181 Mahasiswa Unwahas KKN Tematik di Semarang Barat, Dukung Inklusif dan Tertib Adminduk
SEMARANG[BahteraJateng] — Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) resmi melepas 181 mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Periode 35 Tahun 2025 yang mengusung tema “Sinergi Lembaga untuk Kota Semarang yang Inklusif, Tertib Adminduk, dan Berdaya.”
Kegiatan pelepasan berlangsung di Aula Fakultas Farmasi Unwahas pada Jumat (28/11) dan dihadiri pimpinan universitas, pejabat pemerintah, serta perwakilan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Semarang sebagai mitra utama program.
Acara dibuka dengan pembacaan doa dan prosesi penyematan atribut KKN secara simbolis kepada perwakilan mahasiswa.
Ketua LPPM Unwahas, Agus Riyanto, dalam sambutannya menegaskan bahwa program KKN Tematik ini dirancang sebagai respon akademik terhadap kebutuhan strategis Kota Semarang dalam meningkatkan ketertiban administrasi kependudukan.
Ia berharap mahasiswa dapat berperan sebagai duta akademik yang membawa nilai ilmu, akhlak, dan kolaborasi.
Kepala Disdukcapil Kota Semarang, Yudi Hardianto Wibowo, mengapresiasi sinergi dengan Unwahas. Menurutnya, percepatan pemutakhiran data kependudukan dan digitalisasi layanan publik membutuhkan dukungan masyarakat, termasuk mahasiswa.
“Kehadiran mahasiswa KKN akan mempercepat sosialisasi, edukasi, hingga implementasi layanan Adminduk agar semakin mudah dan inklusif,” ujarnya.
Rektor Unwahas, Prof. Helmy Purwanto, secara resmi melepas peserta KKN dan menekankan pentingnya pengalaman sosial mahasiswa dalam membentuk kepemimpinan masa depan.
“KKN bukan hanya kewajiban akademik, tetapi ruang pembelajaran kehidupan. Saya berharap mahasiswa mampu merasakan denyut masalah sosial, berlatih menjadi pemimpin masa depan, dan memberikan jejak maslahat bagi masyarakat,” tuturnya.
Usai seremonial, peserta mendapatkan pembekalan teknis dari Disdukcapil, termasuk materi mengenai Program WASESA (Warga Semarang Sadar Adminduk) oleh Kabid PDIP Disdukcapil, Adhi Putra Wicaksono.
Sebanyak 181 mahasiswa terbagi dalam 16 kelompok yang ditempatkan di 16 kelurahan di Kecamatan Semarang Barat. Mereka akan fokus pada edukasi dan pendampingan layanan Adminduk, implementasi Identitas Kependudukan Digital (IKD), pendataan penduduk rentan, penyusunan konten edukasi digital, serta pemberdayaan masyarakat dan UMKM.
Acara ditutup dengan Mujahadah Asma’ul Husna sebagai doa bersama. Program KKN akan berlangsung 1–31 Desember 2025 dengan harapan memberikan dampak sosial terukur bagi masyarakat Kota Semarang.


