Tim Transisi Ngopeni Ngelakoni, bersama parpol pendukung pada saat Rembug Ngopeni Ngelakoni di Kali Pepe Land Boyolali, Sabtu (1/2).(Foto Ist)
| |

Tim Transisi Luthfi-Yasin Kantongi Puluhan Usulan dari Parpol Usai Rembug Ngopeni Ngelakoni

BOYOLALI[BahteraJateng] – Tim Transisi Luthfi-Yasin mencatat puluhan usulan dan rekomendasi yang disampaikan oleh partai politik (parpol) selama Rembug Ngopeni Ngelakoni di Kali Pepe Land, Boyolali, serta dalam roadshow bersama pimpinan parpol.

Masukan tersebut mencakup berbagai sektor pembangunan di Jawa Tengah dan disampaikan baik secara lisan maupun tertulis, yang kini menjadi bahan untuk menyusun program-program calon Gubernur Ahmad Luthfi dan calon Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen (Luthfi-Yasin) untuk lima tahun ke depan.

“Usulan-usulan yang masuk saat ini sedang dikaji dan dirumuskan oleh Tim Transisi,” kata Ketua Tim Transisi Ngopeni Ngelakoni, Zulkifli Gayo, saat acara yang berlangsung pada Sabtu, (1/2).

Ahmad Luthfi hadir secara langsung, sementara Taj Yasin Maimoen bergabung melalui Zoom. Acara ini juga dihadiri oleh pimpinan parpol pengusung dan pendukung pasangan nomor 2 dalam Pilgub Jateng.

Beberapa usulan yang tercatat mencakup aspirasi dari parpol untuk menerapkan sistem full day school bagi siswa, yang diusulkan oleh PKB dan PKS.

Selain itu, ada juga permintaan untuk perbaikan layanan kesehatan dan peningkatan indeks reformasi birokrasi. Parpol seperti Gerindra, PKB, dan PKS mendorong pemerintah provinsi untuk merealisasikan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan menekan angka pengangguran di Jateng.

“Sebagaimana yang disampaikan Bapak Luthfi, tidak ada yang ditinggal. Jika ada yang ingin menyampaikan usulan, baik secara lisan maupun tertulis, kami siap menerima,” ujar Zulkifli.

Sekretaris DPD Golkar Jateng, Juliyatmono, juga menyampaikan harapannya agar hubungan antara gubernur-wakil gubernur dan DPRD Jateng serta parpol tetap harmonis.

Dia mendorong agar program-program bisa segera dilaksanakan, terutama di tahun anggaran perubahan 2025.

“Ajak perguruan tinggi untuk berkolaborasi dengan Dikti Saintek dan BRIN, agar riset yang dilakukan sesuai dengan kebutuhan Jateng,” ujarnya.

Sriyanto Saputro, Sekretaris DPD Gerindra Jateng, mengingatkan pentingnya gubernur ke depan untuk menghitung kekuatan anggaran mengingat pemerintah pusat tengah melakukan penghematan.

Sementara itu, Pimpinan Partai Gelora Jateng, Ahmadi, menekankan perlunya investasi swasta untuk mendukung pertumbuhan pembangunan di Jateng, sehingga tidak hanya bergantung pada APBD dan APBN.

“Investasi harus digalakkan,” tegasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *