Yayasan DBM dan GGF Berdayakan Difabel Secara Inklusif Hadapi Perubahan Iklim
BLORA[BahteraJateng] – Yayasan Difabel Blora Mustika (DBM) menjalin kerjasama dengan Global Greengrants Fund (GGF) dalam menghadapi perubahan iklim global melalui pemberdayaan masyarakat yang bersifat inklusi.
Kegiatan tahap dua ini sudah berlangsung sejak awal bulan Oktober 2025 dengan melibatkan peran aktif anggota DBM beserta keluarga dan masyarakat sekitar di tiga Kecamatan yang ada di Kabupaten Blora.
“Jumlah anggota sekitar 20 meliputi, difabel, keluarga, masyarakat, dan organisasi desa. Karena kegiatan ini sifatnya inklusi,” kata Sofi pendamping kegiatan untuk wilayah Desa Cabak, Kecamatan Jiken, Kabupaten Blora kepada bahterajateng.com pada Selasa (28/10).
Sofi menyampaikan bahwa pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan penanaman berbagai macam tanaman.
“Untuk rencana awal ada jahe, kunyit putih, kunyit, temulawak, dan cabe rawit. Lokasi di Desa Cabak (Kecamatan Jiken, red),” ucap Sofi.
Sofi menyampaikan beberapa target dari kegiatan pemberdayaan anggota tersebut.
“Untuk target kegiatan, meningkatnya kapasitas perempuan disabilitas terkait penghijauan dan perubahan iklim, terbangunnya kesadaran disabilitas dan masyarakat untuk menjaga dan berkontribusi untuk penghijauan lingkungan sekitar,” kata Sofi.
Lebih lanjut, Sofi menyampaikan kegiatan tersebut juga memiliki nilai ekonomis.
“Lahan kosong dimanfaatkan menjadi lahan produktif dan adanya pemberdayaan ekonomi melalui penanaman dan pemanfaatan pohon atau tumbuhan,” pungkas Sofi.(day)

