BNPT Gandeng Delapan Perguruan Tinggi di Blora Perkuat Pencegahan Radikalisme
BLORA[BahteraJateng] – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Republik Indonesia memperkuat langkah pencegahan radikalisme dan terorisme di kalangan pemuda melalui kerja sama dengan delapan perguruan tinggi di Kabupaten Blora. Kegiatan berlangsung pada Kamis (20/11) di Ruang Pertemuan Setda Blora.
Kepala BNPT RI, Komjen Pol (Purn) Eddy Hartono, hadir bersama Deputi Bidang Pencegahan, Perlindungan dan Deradikalisasi Mayjen TNI Sudaryanto, Kepala Biro Perencanaan, Hukum, dan Humas Brigjen Pol Tejo Wijanarko, serta Kabag Hukum, Humas, dan TI Kolonel (Sus) R. Tjandra Sulistiyono. Mereka diterima langsung Bupati Blora, Arief Rohman bersama jajaran Forkopimda.
Agenda utama kegiatan yakni penandatanganan Kesepakatan Bersama antara Bupati Blora dan BNPT, serta perjanjian kerja sama dengan delapan perguruan tinggi: PEM Akamigas Cepu, STT Ronggolawe Cepu, STAI Khozinatul Ulum Blora, STAI Al Muhammad Cepu, STAI Muhammadiyah Blora, UT Blora, Poltekkes Kemenkes Semarang Kampus 4 Blora, dan STKIP Muhammadiyah Blora.
Bupati Arief Rohman menyampaikan apresiasi kepada BNPT yang hadir langsung membangun sinergi di daerah perbatasan.
Ia menilai Blora memiliki mobilitas pemuda yang tinggi, khususnya di Kecamatan Cepu sebagai salah satu pusat pendidikan energi dan perminyakan.
“Kami ingin generasi muda Blora sehat dan jauh dari paham radikal maupun terorisme. Pemerintah wajib hadir memberikan edukasi,” tegas Bupati.
Sementara itu, Kepala BNPT, Eddy Hartono, menyebut kerja sama dengan delapan kampus sekaligus merupakan hal yang baru dan menjadi rekor bagi BNPT.
Ia menekankan pentingnya pencegahan di dunia pendidikan mengingat kelompok paling rentan terpapar radikalisme adalah perempuan, anak-anak, dan pemuda.
“Penyebaran konten radikal kini banyak bergerak di ruang digital. Karena itu, edukasi dan pengawasan penggunaan media sosial sangat diperlukan,” jelasnya.
BNPT juga mendorong Pemkab Blora menyusun rencana aksi daerah untuk mendukung Rencana Aksi Nasional Pencegahan Terorisme.
Ketua STT Ronggolawe Cepu, Agus Dwi Korawan, menyatakan kampusnya berkomitmen menjaga lingkungan pendidikan tetap bebas dari paham radikal.
“Ini menjadi tonggak awal kolaborasi untuk menjaga keamanan dan kenyamanan kampus-kampus di Blora,” ujarnya.
Acara diakhiri dengan sesi foto bersama antara pimpinan BNPT, Bupati, Forkopimda, pimpinan perguruan tinggi, dan perwakilan mahasiswa. Semua pihak menyatakan komitmen menjaga Blora tetap aman dan kondusif dari paham radikal dan terorisme.(day)

