Perhutani Blora dan Kodim 0721/Blora Tinjau Lokasi Rencana Pembangunan Batalyon TP
BLORA[BahteraJateng] – Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Blora bersama Kodim 0721/Blora melakukan peninjauan rencana lokasi pembangunan Batalyon Teritorial Pembangunan (TP) di kawasan hutan petak 131, 132, dan 133 wilayah RPH Ngawenombo, BKPH Ngawenombo, KPH Blora, dengan luas sekitar 77,77 hektare pada Rabu (5/3).
Peninjauan tersebut merupakan bagian dari koordinasi dan sinkronisasi antara Perhutani dan TNI guna memastikan kesiapan lahan yang akan digunakan untuk pembangunan Batalyon TP di wilayah Kabupaten Blora.
Kegiatan ini dihadiri Wakil Administratur/KSKPH Blora Teguh Yuli Anggoro, Kepala Seksi PSDH, Kepala Seksi Produksi dan Ekowisata, Kepala Staf Distrik Militer (Kasdim) 0721/Blora Mayor Inf Bani, Pasilog Kodim 0721/Blora, Danramil Kunduran, Asper/KBKPH Ngawenombo beserta jajaran, Babinsa Kedungwaru, serta Kepala Desa Kedungwaru.
Dalam kegiatan tersebut, rombongan melakukan pengecekan langsung terhadap kondisi lahan, akses menuju lokasi, serta lingkungan sekitar yang nantinya akan mendukung proses pembangunan dan operasional satuan teritorial tersebut.
Wakil Administratur/KSKPH Blora Teguh Yuli Anggoro, menyampaikan bahwa Perhutani pada prinsipnya mendukung program pemerintah, khususnya terkait pembangunan Batalyon Teritorial Pembangunan.
“Perhutani sangat mendukung program pemerintah terkait pembangunan Batalyon Teritorial Pembangunan. Harapannya melalui kegiatan ini dapat terjalin sinergi yang baik antara Perhutani, TNI, pemerintah desa, serta masyarakat sekitar,” ujarnya.
Ia menambahkan, koordinasi lintas sektor sangat penting agar seluruh proses berjalan sesuai ketentuan, baik dari sisi tata kelola kawasan hutan maupun aspek pembangunan wilayah.
Sementara itu, Kasdim 0721/Blora Mayor Inf Bani, menjelaskan bahwa peninjauan ini merupakan langkah awal untuk menajamkan persiapan marshaling area yang akan digunakan dalam pembangunan Batalyon TP di Kabupaten Blora.
“Melalui peninjauan langsung di lapangan, kami dapat mengetahui secara detail kondisi lahan dan kesiapan wilayah yang akan digunakan sebagai lokasi pembangunan Batalyon TP,” tandasnya.(day)

