Motor Listrik QT dan QT Pro
PT Indomobil Emotor Internasional melaunching motor listrik QT dan QT Pro di Java Mall Semarang.(Dok. BahteraJateng/day)
|

Keistimewaan Motor Listrik QT dan QT Pro, Sudah All in dan Baterai Langsung Milik Konsumen

SEMARANG[BahteraJateng] — PT Indomobil Emotor Internasional menghadirkan strategi harga kompetitif dan transparan dalam mendorong adopsi kendaraan listrik melalui produk motor listrik QT yang dibanderol Rp15,35 juta dan QT Pro dijual Rp19,15 juta on the road (OTR), termasuk baterai yang sepenuhnya menjadi milik konsumen.

Hal itu disampaikan CEO PT Indomobil Emotor Internasional, Pius Wirawan, saat melaunching QT dan QT Pro di Java Mall Semarang pada Rabu (13/5).

Ia menegaskan bahwa skema tersebut dirancang untuk memberikan kepastian biaya bagi masyarakat tanpa tambahan beban langganan bulanan seperti yang diterapkan sejumlah merek lain.

“QT ini Rp15.350.000 sudah all in, sudah harga on the road, baterainya juga milik konsumen. Jadi langsung bisa dipakai, tidak perlu biaya tambahan lagi, tinggal ngecas,” ujar Pius.

Menurutnya, model kepemilikan penuh ini menjadi solusi atas kekhawatiran masyarakat terhadap biaya tersembunyi dari sistem subscription baterai yang dapat mencapai Rp200 ribu hingga Rp250 ribu per bulan.

Ia menjelaskan, biaya langganan tersebut berpotensi menambah pengeluaran konsumen hingga Rp2,4 juta per tahun atau sekitar Rp7,2 juta dalam tiga tahun penggunaan.

“Kalau motor listrik terlihat murah di awal, tapi setiap bulan harus bayar subscription, akhirnya mahal juga. Kami tidak menggunakan model seperti itu,” tegasnya.

Dengan harga yang sudah mencakup unit dan baterai, Indomobil menilai motor listrik dapat menjadi pilihan kendaraan ekonomis yang benar-benar memberikan efisiensi biaya operasional bagi masyarakat.

Selain lebih terjangkau, sistem ini juga menghilangkan risiko konsumen mendapatkan baterai pengganti bekas atau performa baterai yang menurun akibat skema tukar baterai.

Pius menyebut pendekatan tersebut disesuaikan dengan karakter pasar Indonesia yang dinilai lebih nyaman dengan sistem kepemilikan penuh dibandingkan model sewa.

“Kami percaya masyarakat Indonesia lebih cocok dengan model bisnis kepemilikan. Jadi motor dan baterainya benar-benar milik sendiri,” katanya.

Melalui strategi harga terbuka dan tanpa biaya tambahan tersembunyi, Indomobil berupaya memperkuat daya saing motor listrik nasional sekaligus memperluas akses kendaraan ramah lingkungan bagi masyarakat luas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *