KKN UNNES di desa Glagah Wonosobo
Mahasiswa KKN UNNES mendampingi pelaku UMKM di desa Glagah, Wonosobo, untuk digitalisasi dan pengembangan usahanya. (Dok. Tim KKN UNNES)

Dari Pengurusan NIB Hingga Pembuatan QRIS, Mahasiswa KKN UNNES Bantu UMKM Desa Glagah Go Digital 

WONOSOBO[BahteraJateng] – Produk yang dihasilkan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Glagah, Kecamatan Sapuran, Kabupaten Wonosobo Jawa Tengah memiliki produk yang dihasilkan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Glagah, Kecamatan Sapuran, Kabupaten Wonosobo Jawa Tengah memiliki potensi untuk berkembang.

Namun, sebagian di antaranya masih menghadapi berbagai kendala, mulai dari belum memiliki legalitas usaha, belum memanfaatkan pemasaran digital, hingga belum menerapkan pembukuan keuangan secara sederhana.


Berangkat dari kondisi tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Negeri Semarang (UNNES) melaksanakan program pendampingan UMKM pada Rabu (22/7) di beberapa dusun diantaranya yaitu Glagah, Mangunsari. dan Singopadu. Pendampingan difokuskan pada empat aspek utama, yakni legalitas usaha, digitalisasi, tata kelola usaha, dan branding produk sebagai upaya meningkatkan daya saing UMKM.

Melalui program tersebut, mahasiswa KKN UNNES membantu pelaku UMKM dalam pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB), pendaftaran lokasi usaha di Google Maps, aktivasi sistem pembayaran digital menggunakan QRIS, penyusunan pembukuan keuangan sederhana, hingga pembuatan logo sebagai identitas pada kemasan produk UMKM tempatnya.


Kepala Desa Glagah, Santoso, mengaku pelaku UMKM di desanya masih sangat tradisional dan belum sepenuhnya melek teknologi.

“Selama ini sebagian pelaku UMKM di Desa Glagah masih menjalankan usahanya secara sederhana. Pengelolaan keuangan, identitas produk, maupun pemanfaatan pembayaran digital belum banyak diterapkan.” bebernya.

Sehingga ia pun mengapresiasi langkah yang dilakukan mahasiswa KKN UNNES karena dinilai mampu menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya pelaku UMKM.

“Karena itu, kami mengapresiasi mahasiswa KKN UNNES yang tidak hanya memberikan pendampingan, tetapi juga membantu pelaku usaha hingga program-program tersebut dapat terlaksana dengan baik. Harapannya, ilmu yang telah diberikan dapat terus diterapkan sehingga UMKM di Desa Glagah semakin berkembang,” ujar Santoso.

Pendampingan dilakukan secara bertahap dengan menyesuaikan kebutuhan masing-masing pelaku usaha. Selain membantu memenuhi aspek administrasi, program ini juga mendorong UMKM agar lebih siap beradaptasi dengan perkembangan dunia usaha melalui pemanfaatan teknologi digital dan pengelolaan usaha yang lebih tertata.

Melalui program ini, mahasiswa KKN UNNES berharap pelaku UMKM di Desa Glagah semakin siap mengembangkan usahanya dengan legalitas yang jelas, pengelolaan keuangan yang lebih tertib, pemanfaatan teknologi digital, serta identitas produk yang mampu meningkatkan nilai jual dan memperluas jangkauan pasar.

Kegiatan ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui penguatan kapasitas dan daya saing pelaku UMKM, serta Tujuan 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui pemanfaatan teknologi digital, seperti pendaftaran lokasi usaha di Google Maps dan penerapan sistem pembayaran digital berbasis QRIS.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *