Dewan Soroti Keselamatan Peserta MTQ di Tengah Proyek Simpang Lima
SEMARANG[BahteraJateng] – DPRD Kota Semarang menyoroti aspek keselamatan peserta Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional yang akan beraktivitas di kawasan Simpang Lima di tengah berlangsungnya proyek drainase dan penataan taman.
Hal itu disampaikan anggota Komisi C DPRD Kota Semarang, Dini Inayati. Menurutnya Pemkot Semarang perlu memastikan seluruh area pekerjaan konstruksi di sekitar lokasi MTQ diamankan secara maksimal.
Politikus PKS tersebut menyoroti keberadaan galian dan material proyek dapat menjadi risiko bagi kafilah maupun masyarakat apabila tidak ditata dan diberi pengamanan memadai.
“Keselamatan bagi warga dan peserta MTQ yang akan datang ke Simpang Lima harus diperhatikan. Pemkot harus fokus ke situ, misalnya ada barikade khusus di sekitar lokasi proyek atau penerangan tambahan,” kata Dini pada Senin (31/8).
Dini meminta barikade kokoh dipasang di sepanjang area galian untuk mencegah peserta maupun masyarakat masuk ke zona pekerjaan. Selain itu, penerangan tambahan diperlukan terutama pada titik-titik yang minim pencahayaan agar area proyek tetap terlihat jelas saat malam hari.
Menurutnya, rambu peringatan juga harus ditempatkan pada lokasi strategis sehingga masyarakat dapat mengetahui adanya pekerjaan konstruksi dan menghindari area yang berpotensi membahayakan.
“Jangan sampai ada area galian yang terbuka dan tidak terlihat, kemudian membahayakan peserta MTQ atau masyarakat yang melintas,” ujarnya.
Dini menilai pengamanan proyek menjadi semakin penting karena Simpang Lima akan menjadi salah satu pusat aktivitas selama pelaksanaan MTQ Nasional pada 12 September 2026. Ribuan kafilah dan tamu dari berbagai daerah diperkirakan akan berada di kawasan tersebut.
Ia juga meminta material dan peralatan proyek ditata dengan rapi agar tidak mengganggu jalur pergerakan peserta maupun masyarakat. Area yang menjadi akses menuju lokasi kegiatan harus dipastikan aman dan tidak terhalang material konstruksi.
Selain keselamatan, Dini meminta Pemkot memperhatikan kondisi drainase selama kegiatan berlangsung. Mengingat pekerjaan drainase belum sepenuhnya rampung, pemerintah perlu menyiapkan langkah antisipasi apabila hujan turun.
“Jalur pembuangan air darurat harus dipastikan berfungsi agar genangan tidak mengganggu jalannya acara utama jika hujan turun,” katanya.
Dini menegaskan proyek drainase dan penataan taman tetap penting dan tidak perlu dihentikan karena berkaitan dengan penanganan banjir serta pembenahan kawasan Simpang Lima. Namun, keselamatan pengunjung harus menjadi prioritas selama pelaksanaan MTQ.
“Sekarang tinggal bagaimana Pemkot memitigasi poin-poin tersebut agar ajang MTQ sukses dan pembangunan penanganan banjir tetap berjalan,” pungkasnya.


