Di Balik Senyum Anak LKSA, Kwarcab Rembang Gelar Trauma Healing
REMBANG[BahteraJateng] – “Bangunlah jiwanya, bangunlah badannya.” Lirik itu bukan sekadar dinyanyikan. Di LKSA Al Maskun, Desa Kutoharjo, Kwarcab Rembang benar-benar mewujudkannya melalui kegiatan trauma healing.
Senin (31/08) lalu, 20 anak putra dan putri usia 12–17 tahun berkumpul di aula sederhana panti. Bukan untuk belajar matematika atau mengaji. Hari itu mereka belajar satu hal yang sering terlupakan: berani merasa aman.
Agung Ratih Kusuma Wardani, psikolog sekaligus Bendahara Kwarcab Rembang, duduk melingkar bersama anak-anak. Tidak ada meja, tidak ada kaku. Lewat permainan, cerita, dan ruang bicara, ia membangun satu persatu rasa percaya diri yang selama ini tertutup.
“Banyak dari mereka berasal dari keluarga kurang mampu. Tapi keterbatasan ekonomi tidak boleh memadamkan keberanian mereka untuk bermimpi dan bersuara,” kata Ratih di sela kegiatan.
Keceriaan sempat pecah saat anak-anak diajak mengelola emosi lewat simulasi. Tapi di balik tawa itu, ada keprihatinan. Ratih menyebut, tidak sedikit anak yang memilih diam saat mengalami kekerasan. Bahkan kekerasan itu bisa terjadi di rumah sendiri, di sekolah, bahkan di lembaga yang seharusnya mendidik.
“Speak up itu berat kalau rasa amannya tidak dibangun dulu. Makanya kami mulai dari sini,” jelasnya.
Kegiatan bertajuk Trauma Healing ini adalah bagian dari Bakti Kesehatan Kwarcab Rembang. Sekaligus mendukung program Estafet Tunas Kelapa 2026. Tujuannya sederhana: memberi ruang bagi anak untuk terkoneksi kembali secara sosial, mengoptimalkan potensi, dan berani berekspresi.
Tidak hanya anak. Para pengasuh panti dan pengurus LKSA juga ikut belajar. Mereka dibekali ilmu dasar pengasuhan dari sisi kesehatan jiwa. Karena membangun karakter luhur, kata Ratih, butuh lingkungan yang juga sehat mentalnya.
“Harapannya anak-anak ini punya ruang untuk menunjukkan karya. Membanggakan orang tua, masyarakat, dan dirinya sendiri. Tapi tetap dengan rendah hati,” pungkasnya.
Di akhir sesi, satu per satu anak maju ke depan. Ada yang bercerita masa kecil, ada yang hanya bilang “terima kasih”. Kecil, tapi itu langkah besar. Karena jiwa yang terbangun, akan menguatkan badan. Dan badan yang kuat, akan membangun bangsa.(day)

