Dini Inayati Minta Evaluasi LKPJ Kota Semarang Lebih Spesifik dan Berbasis Empiris
SEMARANG[BahteraJateng] – Anggota DPRD Kota Semarang, Dini Inayati, menyoroti pembahasan awal Panitia Khusus (Pansus) Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Wali Kota Semarang yang dinilai masih bersifat umum dan belum menyentuh persoalan secara spesifik.
Dalam forum pembahasan tersebut, Dini menegaskan bahwa evaluasi LKPJ sebagai agenda rutin tahunan seharusnya mampu mengkaji kinerja pemerintah daerah secara menyeluruh dan menghasilkan rekomendasi yang terukur untuk perbaikan kebijakan pada tahun anggaran berikutnya.

“Evaluasi kerja jangan terlalu umum. Kalau masih banyak teori dan tidak langsung menyentuh fakta riil di lapangan, maka rekomendasinya juga tidak akan spesifik,” ujar anggota Komisi C DPRD Kota Semarang tersebut.
Menurut politikus PKS tersebut, evaluasi kinerja pemerintah daerah harus berbasis data empiris dan indikator pembangunan yang jelas. Ia mencontohkan pentingnya analisis mendalam terhadap indikator ekonomi seperti Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) per kapita dan laju pertumbuhan ekonomi untuk melihat capaian nyata pembangunan.
“Dari indikator tersebut kita bisa mengetahui kondisi riil dan menentukan langkah perbaikan yang tepat,” jelasnya.
Dini juga mengapresiasi adanya tema atau fokus pembangunan yang berbeda setiap tahun. Namun, ia mengingatkan agar kebijakan tersebut tetap memperhatikan program lain yang masih perlu ditingkatkan serta menjaga capaian yang sudah baik.
“Fokus pembangunan itu bagus, tetapi jangan sampai program lain terabaikan atau capaian yang sudah baik tidak lagi terkontrol,” katanya.
Selain itu, ia mempertanyakan konsistensi antara penetapan fokus pembangunan dengan alokasi anggaran. Menurutnya, sektor yang menjadi prioritas seharusnya mendapatkan porsi anggaran yang lebih besar.
“Kalau disebut sebagai fokus utama, maka harus terlihat juga dari persentase anggarannya. Jangan sampai tetap sama seperti tahun sebelumnya,” tegasnya.
Melalui pembahasan Pansus LKPJ ini, Dini berharap seluruh pihak dapat bersinergi dalam meningkatkan kualitas pembangunan di Kota Semarang, termasuk dalam mendorong peningkatan pendapatan daerah.
Ia menambahkan, pembangunan tidak hanya berfokus pada infrastruktur, tetapi juga peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pelayanan publik.
“Pembenahan fisik penting, tetapi peningkatan kualitas SDM dan pelayanan kepada masyarakat juga harus menjadi perhatian utama,” pungkasnya.

