| |

Disperkim Pasang CCTV di Sejumlah Taman di Kota Semarang

SEMARANG[BahteraJateng] – Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Semarang telah menempatkan alat pengawas berupa Closed Circuit Television (CCTV) di sejumlah ruang terbuka hijau (RTH) atau taman.

Penempatan CCTV ini bertujuan untuk memantau aktivitas yang terjadi di RTH.


Kepala Disperkim Kota Semarang, Yudi Wibowo mengatakan pemasangan CCTV dilakukan agar bisa memantau sarana prasarana di dalam taman dalam waktu 24 jam.

Pasalnya beberapa taman aktif di Kota Semarang rawan dari tindak pencurian Sarpras.



“Misalnya, di Taman Simpanglima Semarang dan Taman Indonesia Kaya (TIK), untuk memantau jika ada pencurian seperti alat penyiram tanaman seperti keran dan sprinkler hingga kursi taman,” ujar Yudi, Selasa (9/1).

Misalnya saja di Taman Sudirman yang menggunakan sprinkler yang ternyata banyak dicuri orang. Padahal keran dan sprinkler baru dipasang selama dua pekan namun sudah hilang.

“Jadi saya imbau masyarakat untuk bersama ikut mengawasi kalau ada orang yang tidak bertanggungjawab mengambil keran dan fasilitas lainnya di taman itu tilong ditegur,” ujarnya.

Menururnta, jika harus mengurus kasus pencurian tersebut ke pihak berwajib dirasa tidak sepadan dengan harga barang yang dicuri.
Namun barang yang dicuri sangat vital untuk keperluan sehari-hari disebuah taman.

Yudi menuturkan, terkait dengan perawatan dan peningkatan taman sudah dilakukan menggunakan APBD perubahan 2023 yakni di Taman Diponegoro, Taman Sudirman, Jalan Pahlawan dan Taman Siranda.

Taman tersebut ditingkatkan dan dilengkapi sistem pengairan guna antisipasi dampak El Nino atau musim kemarau panjang. Sehingga selalu ada stok airnya yang tidak akan mati.

“Karena armada kita kalau musim kemarau punya tambahan tugas, selain menyirami taman itu dengan volume lebih banyak 1,5 sampai 2 kali lipat dari normalnya juga melakukan penyaluran air bersih membantu warga yang mengalami kekeringan,” ujarnya.

Peningkatan sistem pengairan di taman, lanjutnya, sifatnya ada yang berupa tandon air maupun sumur tanah.

“Jadi ada dalam bentuk tandon, ada yang langganan PDAM, kalau ada tandonnya dan pompanya, jaringan pipanisasinya kita siapkan,” tuturnya. (sun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *