Pemprov Jateng
Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi, menerima Delegasi Kedutaan Besar Inggris dan tim Techne Praxis International di Semarang, Jumat (5/12).(Dok Humas Pemprov)

Gandeng Kedutaan Inggris, Ahmad Luthfi Percepat Pengembangan Logistik dan TOD

SEMARANG[BahteraJateng] – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan komitmennya memperkuat kerja sama dengan Pemerintah Inggris untuk mempercepat pembangunan infrastruktur logistik, transportasi publik, serta pengembangan kawasan berorientasi transit (KBT/TOD).

Hal itu disampaikan usai menerima Delegasi Kedutaan Besar Inggris dan tim Techne Praxis International di Semarang pada Jumat (5/12). Pertemuan ini merupakan tindak lanjut pembahasan Gubernur dengan Duta Besar Inggris pada Oktober lalu.

Ahmad Luthfi menyebut Inggris sebagai mitra strategis dalam akselerasi pembangunan Jawa Tengah, terutama pada sektor logistik dan konektivitas antarkawasan.

“Di antara perang dagang, kami mencari negara yang netral. Inggris ini tepat untuk dieksplorasi, terutama terkait pembangunan dry port,” ujarnya.

Menurutnya, kebutuhan logistik dan mobilitas masyarakat di Jawa Tengah akan melonjak seiring beroperasinya berbagai kawasan ekonomi.

“Satu tahun ke depan, infrastruktur logistik maupun orang harus siap,” tegasnya.

Ia meminta tindak lanjut dengan Kedubes Inggris dipercepat, termasuk pertemuan langsung dengan calon investor.

Selain logistik, Gubernur menyambut dukungan Inggris dan Techne Praxis dalam pengembangan TOD khususnya di Semarang dan Kendal.

Director of Strategic Planning and Economics Techne Praxis International, Iqbal Maulana Achmad, menuturkan kolaborasi melalui program UK PACT terus diperkuat, terutama transportasi publik Semarang–Batang serta pengembangan TOD.

“Kami diterima sangat baik oleh Gubernur, dan beliau berharap Inggris terus mendorong pembangunan di Jawa Tengah,” katanya.

Iqbal menyebut percepatan penting dilakukan karena pertumbuhan ekonomi kawasan seperti Batang berlangsung cepat.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah, Arif Djatmiko, menambahkan pengembangan dry port dan KBT/TOD mendesak dilakukan karena kebutuhan angkutan barang meningkat. Dari 12 juta kontainer di Jateng, hanya 7 juta tertampung di wilayah setempat.

“Jika Pelabuhan Tanjung Mas ditingkatkan dan jaringan kereta loop terbangun, distribusi logistik Jawa Tengah akan tersentral di Semarang dan KIT Batang,” katanya.

Tantangan strategis di kawasan Kedungsepur antara lain tingkat urban sprawl tinggi dengan 75% penduduk tinggal di luar kota inti, dominasi kendaraan pribadi 93%, serta kepadatan koridor Semarang–Kendal–Weleri yang meningkat 8% per tahun.

Pertemuan tersebut dihadiri sejumlah perwakilan Kedubes Inggris dan Techne Praxis, termasuk Maria Renny, Melissa Kusuma, Caesar Rollando, Padraic Kelly, Puspita Galih Resi, serta Rahadi Marsito. (sun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *