Ganti Tanggal Hari Jadi Kabupaten Kudus, Mulai Tahun Ini ?
KUDUS[BahteraJateng] – Pemerintah Kabupaten Kudus akan segera mengumumkan perubahan tanggal hari jadi Kudus, dari sebelumnya 23 September menjadi 23 Agustus. Perubahan merupakan hasil rekonstruksi sejarah Hari Jadi Kabupaten Kudus yang melibatkan para ahli dan sejarawan nasional dilakukan beberapa pekan lalu. Mereka menyepakati Hari Jadi Kudus jatuh pada 23 Agustus berdasarkan prasasti yang ada di Menara Kudus.
Sebagai penanda dimulainya peringatan Hari Jadi Kabupaten Kudus tahun ini, akan digelar tumpengan pada 23 Agustus mendatang.

“Kita akan merencanakan kegiatan pada 23 Agustus dengan wiwitan atau memulai seluruh rangkaian kegiatan hari jadi melalui tumpengan. Tepat pada 23 Agustus itu juga, Bupati Kudus akan mengumumkan langsung kepada masyarakat bahwa Hari Jadi Kudus ditetapkan pada 23 Agustus,” ungkap Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kudus, Abdul Halil pada Senin (3/8).
Abdul Halil menambahkan, saat ini pihaknya sedang menjalankan proses administrasi untuk pengusulan perubahan penetapan Hari Jadi Kudus dalam Peraturan Daerah (Perda).

“Jadi saat ini tahapannya kami menyiapkan administrasi. Pada pengumuman 23 Agustus 2026 ini, Perda penetapannya memang belum selesai. Namun, insyaallah pada 2027 nanti akan ditetapkan 23 Agustus sebagai puncak peringatan Hari Jadi Kudus,” ujarnya.
Lebih lanjut ia mengungkapkan, pengumuman perubahan Hari Jadi Kudus akan dilakukan di kawasan Taman Menara atau Alun-alun Kulon. Lokasi tersebut dipilih karena pada masa lalu merupakan pusat pemerintahan.
“Ya, karena pusat pemerintahan berawal dari sana, Alun-alun Kulon. Untuk mengantisipasi membludaknya pengunjung, kami sudah berkoordinasi dengan kepolisian, Dinas Perhubungan, dan TNI agar sebisa mungkin kegiatan tidak meluas hingga ke badan jalan,” jelasnya.
Rangkaian kegiatan Hari Jadi Kudus tahun ini atau yang ke-477 sendiri telah ditetapkan, dan diperkirakan menghabiskan anggaran sebesar Rp 3,9 miliar. Bupati Kudus Sam’ani Intakoris, menyebut tak seluruh anggaran ditanggung oleh Pemkab.
“Rangkaiannya sudah dibuat dan alhamdulillah berkat dukungan semua pihak, termasuk pihak sponsor, anggarannya yang kurang lebih menghabiskan Rp 3,9 miliar, 7 persen hanya dianggarkan oleh Kabupaten Kudus. Jadi 93 persen semua dibiayai oleh pihak swasta atau sponsorship yang mendukung kegiatan-kegiatan,” ucapnya kepada media usai memimpin rapat persiapan menyambut Hari Jadi di Pendapa Belakang Kabupaten Kudus pada Rabu (5/8).
Ia memastikan 97 persen rangkaian hari jadi Kudus sudah pasti bergulir, termasuk karnaval budaya yang menurut rencana akan digelar pada siang hari. Masyarakat pun diminta untuk memanfaatkan momen ini dengan sebaik-baiknya untuk meningkatkan pendapatan wisata dan sport tourism Kudus.
“(Harapannya) Agenda ini dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk UMKM, untuk hiburan, untuk meningkatkan destinasi wisata di Kabupaten Kudus,” imbuhnya.

