Dokumentasi Mahasiswa KKN UNNES saat sedang membantu UMKM di Desa Batur dalam Pembuatan QRIS, GMAPS, dan NIB. [Foto: Istimewa]
| |

GIAT 16 UNNES Dukung Percepatan SDGs Ekonomi dan Inovasi Digital di Ungaran

UNGARAN[BahteraJateng] – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Giat 16 Universitas Negeri Semarang (UNNES) terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung percepatan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) bidang ekonomi di Desa Batur, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang.

Dukungan tersebut diwujudkan melalui pendampingan digitalisasi usaha dan legalitas usaha bagi pelaku usaha kecil di desa setempat, yang menyasar pemilik warung dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Batur. Mahasiswa mendatangi langsung warung-warung yang tersebar di berbagai dusun untuk menawarkan bantuan pembuatan QRIS sebagai sarana pembayaran non-tunai serta membantu pendaftaran lokasi usaha di Google Maps agar lebih mudah ditemukan oleh konsumen.

Kormades Giat 16 Desa Batur Juvan Anung menjelaskan, program ini bertujuan memperluas akses pasar dan meningkatkan daya saing usaha masyarakat desa di era digital.

“Melalui QRIS, transaksi menjadi lebih praktis dan aman. Kami juga mendorong pelaku usaha menggunakan QRIS secara kreatif, misalnya dengan menempelkan kode pembayaran di etalase, meja pelanggan, hingga kemasan produk agar pembayaran dapat dilakukan lebih cepat dan menarik minat konsumen,” ujarnya, Rabu (12/8/2026).

Selain itu, mahasiswa memberikan edukasi mengenai pemanfaatan media sosial seperti WhatsApp Business, Instagram, dan Facebook sebagai sarana promosi produk. Pelaku usaha diajarkan cara memotret produk dengan sederhana, membuat katalog digital, menuliskan deskripsi produk yang menarik, serta membagikan lokasi usaha melalui Google Maps agar jangkauan pemasaran menjadi lebih luas.

Program ini tidak hanya mendukung SDG 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, tetapi juga sejalan dengan SDG 9 tentang Industri, Inovasi, dan Infrastruktur yang menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi, inovasi, dan pembangunan infrastruktur digital untuk mendorong pertumbuhan usaha masyarakat. Digitalisasi pembayaran dan promosi daring dinilai sebagai langkah awal membangun ekosistem ekonomi desa yang lebih modern dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Selain pendampingan digitalisasi warung, mahasiswa juga mengunjungi sejumlah UMKM untuk menawarkan bantuan pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB). NIB merupakan identitas resmi pelaku usaha yang penting untuk memperoleh legalitas usaha, akses permodalan, pelatihan, hingga program pemberdayaan dari pemerintah.

Nur, pelaku UMKM keripik kentang di Desa Batur, mengaku terbantu dengan adanya pendampingan tersebut. Menurutnya, proses pengurusan NIB dan penggunaan teknologi digital sebelumnya masih terasa sulit dipahami.

“Sekarang saya lebih mengerti cara membuat NIB, menggunakan QRIS, dan mempromosikan produk lewat media sosial. Harapannya usaha keripik kentang kami bisa dikenal lebih luas,” katanya.

Kepala Desa Batur menyambut baik inisiatif mahasiswa UNNES tersebut. Ia menilai program pendampingan digital dan legalitas usaha sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini, terutama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi desa berbasis teknologi.

Kegiatan dilakukan dengan metode door to door, yakni mahasiswa mendatangi langsung warung dan UMKM, melakukan pendataan, memberikan penjelasan mengenai manfaat QRIS, Google Maps, media sosial, dan NIB, serta membantu proses pendaftaran secara langsung menggunakan perangkat digital.

Melalui program ini, KKN Giat 16 UNNES berharap semakin banyak pelaku usaha Desa Batur yang memanfaatkan teknologi digital, memiliki legalitas usaha yang lengkap, serta mampu memasarkan produknya secara lebih inovatif. Upaya tersebut diharapkan dapat memperkuat ekonomi lokal sekaligus mempercepat terwujudnya Desa Batur sebagai desa yang produktif, inovatif, dan siap menghadapi era ekonomi digital.

Sumber : Aurel Martha Z. W. S  (Mahasiswi Giat 16 UNNES Desa Batur, Kab Semarang)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *