| |

Grebeg Gunungan Meriahkan Hari Jadi ke-275 Blora

BLORA[BahteraJateng] – Dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-275 Blora, Pemkab Blora kembali menggelar tradisi Grebeg Gunungan. Acara ini berlangsung meriah dengan menampilkan lebih dari 275 gunungan yang terdiri dari kategori lanang (pria) dan wadon (wanita). Gunungan-gunungan tersebut dipajang di sepanjang Jalan Pemuda Blora sebelum akhirnya diperebutkan oleh ribuan masyarakat yang hadir, sebagian besar mengenakan pakaian adat Samin.

Bupati Blora, Arief Rohman, bersama jajaran Forkopimda, berjalan kaki dari simpang empat Grojogan menuju panggung kehormatan di depan MD Mall Blora. Dengan diiringi kesenian barongan Singo Lodra, ia menyampaikan rasa syukur atas perayaan ini.


“Alhamdulillah, kita patut bersyukur atas nikmat yang telah diberikan. Hari ini lebih dari 275 gunungan disiapkan. Semoga acara ini membawa keberkahan bagi Kabupaten Blora,” ujar Bupati Blora yang akrab disapa Mas Arief.

Simbol Kesuburan dalam Gunungan



Menurut Kepala Dinporabudpar Blora, Iwan Setiyanso, tradisi Grebeg Gunungan merupakan wujud syukur pemerintah dan masyarakat atas limpahan nikmat dari Tuhan, terutama hasil bumi.

“Gunungan lanang dan wadon melambangkan kesuburan, baik dalam kehidupan maupun pertanian,” jelasnya.

Gunungan lanang berisi hasil bumi seperti kangkung, jagung, kacang panjang, hingga buah-buahan.

Gunungan wadon diisi dengan makanan olahan seperti jajan pasar, kerupuk, apem, dan kue tradisional lainnya.

Ratusan gunungan ini disiapkan oleh berbagai pihak, termasuk Organisasi Perangkat Daerah (OPD), instansi vertikal, BUMD, camat, kepala desa, serta organisasi masyarakat.

Antusiasme Warga

Sejak pagi, ribuan masyarakat Blora, termasuk siswa sekolah, antusias berebut hasil bumi dan makanan olahan dari gunungan.

“Seru sekali, semoga berkah. Ini nanti saya kasih ke Ibu untuk dimasak di rumah,” kata Dita, pelajar SMK yang berhasil membawa bayam dan terung.

Acara ini menutup Jalan Pemuda Blora untuk sementara demi kelancaran kegiatan. Tanpa menunggu aba-aba, masyarakat dengan semangat menyerbu gunungan untuk mendapatkan berbagai hasil bumi dan makanan yang telah disajikan.

Tradisi Grebeg Gunungan yang dimulai pada 2023 ini kembali menjadi ajang kebersamaan dan simbol rasa syukur masyarakat Blora atas hasil bumi yang melimpah, sekaligus melestarikan budaya lokal.

“Semoga acara ini semakin mempererat hubungan masyarakat dan menjadi berkah untuk kita semua,” pungkas Mas Arief.(sun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *