Kawah Sileri di Dataran Tinggi Dieng Semburkan Lumpur
BANJARNEGARA [BahteraJateng]- Badan Geologi mencatat aktivitas erupsi freatik berupa semburan lumpur di Kawah Sileri berada di sekitar dataran tinggi Dieng di wilayah Kabupaten Banjarnegara dan Wonosobo.
Kepala Badan Geologi, Muhammad Wafid mengatakan, Senin (6/1) pukul 10:58:02 WIB kembali terjadi erupsi freatik di Kawah Sileri berupa semburan lumpur sejauh ±50 meter ke arah utara dan barat laut, ±25 meter ke arah barat dan ±5 meter ke arah selatan.
“Erupsi ini terekam di seismograf digital dengan durasi sekitar 56,8 detik dan amplitudo maksimum 42,7 mm. Visual asap erupsi berwarna putih tebal dengan tinggi sekitar 70 meter dari permukaan air kawah,” ungkap Muhammad Wafid, dalam siaran rilisnya, Senin (6/1).
Dia mengatakan, Erupsi freatik tersebut tidak didahului oleh tanda-tanda peningkatan aktivitas vulkanik signifikan baik secara visual maupun instrumental (kegempaan dan/atau geokimia) sebelum terjadinya erupsi. Kegempaan tidak mengalami peningkatan dan suhu air Kawah Sileri dalam tiga hari terakhir berfluktuasi antara 63 – 71,5 oC (normal). Sensor suhu masih berfungsi pasca kejadian erupsi.
Pihak Pos Pengamatan Gunungapi Dieng langsung berkoordinasi dengan BPBD, relawan dan Pengelola Wisata Waterboom D’Qiano. Selain itu, juga mengimbau kepada masyarakat sekitar Kawah Sileri agar tetap tenang, tidak perlu ada pengungsian, dan tidak terpancing isu tidak jelas sumber beritanya.
“Petugas telah melakukan pemeriksaan/pengukuran konsentrasi gas di sekitar Kawah Sileri. Masyarakat dan wisatawan agar tidak memasuki wilayah radius 500 meter dari pusat Kawah Sileri dan tidak diperbolehkan bermalam di sekitar kawah,” kata dia.
Masyarakat, diimbau, agar tidak memasuki Kawah Timbang dan juga agar waspada saat melakukan penggalian tanah di
sekitarnya karena berpotensi terancam gas CO2 beracun.

