Kota Lama Semarang Jadi Primadona Wisata di Jateng, Kunjungan Wisatawan Naik 24,72 Persen Saat Lebaran 2026
SEMARANG[BahteraJateng] – Kawasan Kota Lama Semarang masih menjadi primadona destinasi wisata di Jawa Tengah, hal itu terlihat dari kunjungan wisatawan ke kawasan Kota Lama Semarang selama periode libur Lebaran 1447 H/ 2026 M mengalami lonjakan sebesar 24,72 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng menyebut, jumlah wisatawan domestik yang datang ke ibukota Jawa Tengah, khususnya Kota Lama, mencapai 222.856 orang pada periode H-7 hingga H+4 Lebaran (13–25 Maret 2026).

“Angka kunjungan ke Kota Lama ini melonjak signifikan sebesar 24,72 persen dibandingkan tahun 2025 yang tercatat sebanyak 178.683 jiwa,” ujar Agustina pada Jumat (27/3).
Capaian tersebut menempatkan Kota Semarang sebagai salah satu penggerak utama pariwisata di Jawa Tengah, dengan kawasan Kota Lama menjadi destinasi dengan volume kunjungan tertinggi selama periode libur Lebaran.
Selain peningkatan kunjungan, tingkat hunian kamar hotel atau okupansi juga menunjukkan tren positif. Pada hari kedua Lebaran, okupansi hotel di Kota Semarang mencapai 95,53 persen, tertinggi di Jawa Tengah.
Menurut Agustina, tingginya okupansi tersebut menandakan wisatawan tidak hanya datang untuk berkunjung singkat, tetapi juga menginap dan menikmati suasana kota.
Meski demikian, ia mengakui tingginya antusiasme wisatawan turut memunculkan sejumlah tantangan, seperti kepadatan pengunjung dan keterbatasan lahan parkir, terutama di kawasan Kota Lama.
“Kami menyadari masih ada kepadatan arus pengunjung dan kendala parkir di titik-titik tertentu. Ini menjadi fokus evaluasi kami agar ke depan distribusi wisata lebih merata,” katanya.
Pemkot Semarang juga menaruh perhatian pada faktor cuaca dengan memperketat standar operasional mitigasi bencana serta menambah fasilitas peneduh di destinasi wisata luar ruang.
Pasca-Lebaran, pemerintah kota berkomitmen menjaga tren positif tersebut melalui penguatan destinasi unggulan, revitalisasi kawasan, serta penyelenggaraan berbagai event, termasuk festival kuliner dan atraksi berbasis komunitas.
Agustina menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat dalam menjaga keberlanjutan sektor pariwisata.
“Kita harus terus meningkatkan kualitas pelayanan dan menjaga keramahan agar citra positif pariwisata Semarang tetap terjaga,” pungkasnya. (sun)

