Mampu Airi 1.729 Hektare Sawah, Bendungan Jlantah Perkuat Ketahanan Pangan Jateng
KARANGANYAR[BahteraJateng] – Bendungan Jlantah di Desa Tlobo, Kecamatan Jatiyoso, Kabupaten Karanganyar resmi dioperasikan dan diharapkan menjadi penguat ketahanan pangan di Jateng.
Bendungan yang diresmikan Presiden Prabowo Subianto secara daring, Jumat (10/7/2026), mampu mengairi sekitar 1.500 hektare lahan pertanian eksisting serta mendukung pengembangan 229 hektare sawah baru.

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, mengatakan pembangunan Bendungan Jlantah merupakan bentuk dukungan pemerintah pusat dalam memperkuat infrastruktur sumber daya air di Jawa Tengah. Selain meningkatkan produktivitas pertanian, bendungan juga berfungsi sebagai pengendali banjir, penyedia air baku, dan pendukung energi baru terbarukan.
Menurut Sumarno, ketersediaan air dari bendungan memungkinkan petani melakukan tiga kali musim tanam dalam setahun. Dengan produktivitas rata-rata enam ton gabah per hektare setiap musim tanam, Bendungan Jlantah diperkirakan mampu menopang produksi sekitar 27 ribu ton padi setiap tahun.

“Ini tentu akan meningkatkan kapasitas produksi padi dan memperkuat ketahanan pangan, khususnya di Kabupaten Karanganyar dan sekitarnya,” ujarnya.
Selain untuk irigasi, Bendungan Jlantah juga akan menyediakan air baku berkapasitas sekitar 125 liter per detik bagi masyarakat. Bendungan ini juga dirancang mendukung pembangkit listrik tenaga air (PLTA).
Meski telah diresmikan, Sumarno mengatakan masih diperlukan pembangunan jaringan irigasi agar manfaat bendungan dapat dirasakan secara optimal. Pemprov Jawa Tengah bersama Pemkab Karanganyar telah mengusulkan pembangunan jaringan tersebut kepada Kementerian Pekerjaan Umum melalui skema Instruksi Presiden (Inpres).
Manfaat bendungan mulai dirasakan para petani di Desa Tlobo. Koordinator Kelompok Petani Pemakai Air Desa Tlobo, Sugeng, mengatakan sebelum bendungan dibangun petani hanya mampu menanam padi dua kali setahun karena keterbatasan air saat musim kemarau.
“Setelah ada bendung ini, sekarang sudah bisa tiga musim tanam,” katanya.
Meski demikian, Sugeng berharap pemerintah juga memperbaiki jaringan irigasi di bagian hilir agar distribusi air semakin optimal dan dapat menjangkau seluruh lahan pertanian.(sun)

