Menko PMK Dorong UIN Walisongo Inovatif Cari Pembiayaan Eksternal
SEMARANG[BahteraJateng] – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) RI, Prof. Pratikno mendorong Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang untuk mengembangkan inovasi dalam mencari sumber pembiayaan eksternal. Kampus dinilai tidak bisa lagi hanya mengandalkan keterbatasan anggaran internal untuk memenuhi tuntutan peningkatan mutu pendidikan tinggi.
Hal itu disampaikan Pratikno saat menghadiri Executive Meeting Pengembangan External Resources di Ruang Rapat Senat, Gedung Rektorat UIN Walisongo Semarang pada Selasa (1/9/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Pratikno menekankan pentingnya perubahan pola pikir dalam perencanaan anggaran perguruan tinggi. Menurut dia, kampus perlu berani merancang program berdasarkan target dan kebutuhan pengembangan, kemudian mencari sumber pendanaan yang memungkinkan untuk merealisasikannya.
“Tata kelola perguruan tinggi itu pada dasarnya mengelola dilema mandat. Kita butuh mencari rel yang tepat, bukan sekadar mengerem,” kata Pratikno.
Dia menilai tuntutan masyarakat terhadap kualitas dan pelayanan perguruan tinggi terus meningkat, termasuk di tengah perkembangan media sosial. Karena itu, keterbatasan anggaran internal tidak seharusnya menjadi satu-satunya batas dalam merancang pengembangan kampus.
Pratikno mendorong UIN Walisongo untuk mengoptimalkan berbagai sumber daya eksternal, mulai dari dana segar (fresh money), bantuan dalam bentuk fasilitas (in-kind), hingga skema naming rights untuk gedung atau fasilitas kampus.
Menurutnya, perguruan tinggi perlu menawarkan narasi masa depan dan reputasi institusi kepada mitra korporasi maupun filantropi. Pendekatan tersebut diharapkan dapat membuka peluang pembiayaan baru sekaligus memperkuat pengembangan kelembagaan.
Rektor UIN Walisongo Semarang, Prof. Musahadi menyatakan siap menindaklanjuti arahan tersebut. Pihaknya akan mendorong seluruh unit kerja untuk mengembangkan pola pembiayaan program strategis melalui anggaran internal, kontribusi fasilitas, dan pendanaan dari mitra eksternal.
Musahadi mengatakan perubahan paradigma tersebut menjadi langkah penting bagi UIN Walisongo untuk keluar dari ketergantungan terhadap pola pembiayaan konvensional dan memperkuat target menjadi perguruan tinggi berkelas dunia.


