PDAM Tirta Moedal Optimalkan Giliran Aliran Air 12 Jam Sekali di Gombel, Warga Diminta Tetap Menandon
SEMARANG[BahteraJateng] — PDAM Tirta Moedal Kota Semarang mengoptimalkan sistem distribusi air bersih dengan skema giliran aliran air 12 jam sekali bagi pelanggan di sejumlah wilayah Gombel. Kebijakan tersebut dilakukan sebagai respons terhadap berkurangnya debit sumber air akibat kemarau panjang.
Hal itu disampaikan Humas PDAM Tirta Moedal Semarang, Charisma Mayang Sari. Ia mengatakan skema tersebut merupakan hasil evaluasi tim teknik di lapangan setelah pihaknya menerima masukan dan keluhan pelanggan terkait rencana giliran aliran dua hari sekali.
Menurutnya, PDAM berupaya agar pelanggan tetap mendapatkan pasokan air setiap hari tanpa harus menunggu terlalu lama.
“Memang kalau giliran dua hari itu hanya untuk antisipasi terburuknya. Saat ini kami terus mengoptimalisasi debit air dengan skema 12 jam aliran,” ujar Mayang kepada BahteraJateng, Selasa (15/9).
Berdasarkan pembagian sementara, Wilayah 1 meliputi Jatingaleh, Carikan, Jatiluhur, Jangli Perbalan, Saptamarga, Tamtama, dan Brigif mendapatkan aliran pada pukul 07.00-19.00 WIB.
Sementara Wilayah 2 yang meliputi Karangrejo Selatan dan Kampung Pentul mendapatkan aliran pada pukul 19.00-07.00 WIB.
Mayang mengatakan sistem tersebut diterapkan untuk memastikan distribusi air tetap menjangkau pelanggan di tengah kondisi debit sumber air yang terdampak kemarau panjang.
“Harapannya tidak seperti itu. Di lapangan kita tetap optimalisasi agar air bisa terdistribusi maksimal kepada pelanggan dengan skema yang tadi,” katanya.
Ia menjelaskan, kondisi debit air sangat bergantung pada sumber daya alam. Salah satu sumber yang terdampak berada pada aliran Bendungan Kalidoh dari sumber mata air di Kabupaten Semarang. Meski demikian, kondisi sumber air baku saat ini masih dinilai aman dan belum sampai mengalami kekeringan total.
“Untuk saat ini debit masih insyaallah tetap aman, tidak sampai kering. Masih bisa mencukupi,” ujarnya.
Menurut Mayang, sistem pembagian aliran diperlukan agar pasokan tidak terhenti secara bersamaan di seluruh wilayah. Dengan pola 12 jam, pelanggan tetap dapat menerima air dan melakukan penampungan untuk kebutuhan sehari-hari.
PDAM juga mengingatkan masyarakat agar menggunakan air secara bijak selama kemarau panjang. Jika debit kembali membaik dan stabil, sistem giliran akan dihentikan sehingga distribusi dapat kembali berlangsung selama 24 jam.
Mayang menambahkan, sistem giliran saat ini diterapkan pada sejumlah titik, terutama wilayah Gombel dan Bukit Kencana Jaya (BKJ) dan sekitarnya. Kebijakan tersebut juga menjadi bagian dari edukasi kepada pelanggan agar bersiap menandon air apabila terjadi gangguan distribusi.
“Informasi yang kami sampaikan adalah upaya sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat agar tetap bersiap dan menandon apabila nanti terjadi giliran,” pungkasnya.

