Pemkab Gunungkidul Jajaki Kerja Sama G2G dengan Korea Selatan, Siapkan Peluang Kerja Musiman
YOGYAKARTA[BahteraJateng] – Pemerintah Kabupaten atau Pemkab Gunungkidul tengah menjajaki kerja sama antarpemerintah dengan pemerintah daerah di Korea Selatan untuk membuka peluang kerja bagi masyarakat. Program tersebut menyasar sektor pertanian dan perikanan budidaya atau aquaculture melalui skema tenaga kerja musiman.
Kerja sama ini diharapkan menjadi salah satu strategi untuk menekan angka kemiskinan ekstrem sekaligus membuka kesempatan bagi lulusan SMA/SMK dan petani milenial untuk memperoleh pengalaman serta penghasilan di luar negeri.
Rencana tersebut dibahas dalam audiensi yang digelar di Rumah Dinas Bupati Gunungkidul, Kapanewon Wonosari pada Minggu (30/8/2026). Pertemuan tersebut dihadiri Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih, perwakilan asosiasi kerja sama dari Korea Selatan Han Sang Jae dan Bang Hyun Sig, serta Prof. Dr. Bambang Waluyo Hadi Eko Prastono dari Universitas Diponegoro (Undip).
Dalam pertemuan itu disampaikan bahwa Korea Selatan membutuhkan ribuan pekerja musiman untuk sektor pertanian dan perikanan. Para pekerja nantinya diproyeksikan bekerja selama delapan bulan melalui skema seasonal worker.
Han Sang Jae mengatakan, kerja sama akan diupayakan menggunakan skema Government-to-Government (G2G) atau kerja sama langsung antarpemerintah daerah. Skema tersebut dinilai penting untuk memastikan proses penempatan pekerja berjalan legal, transparan, dan aman.
“Kerja sama ini akan dijalankan melalui skema Government-to-Government (G2G) atau bupati-to-bupati untuk memastikan legalitas dan keamanan pekerja. Pemerintah daerah berkomitmen untuk menempuh jalur yang transparan dan aman,” ujar Han.
Dari sisi penghasilan, pekerja disebut berpotensi memperoleh upah sekitar Rp30 juta per bulan. Dengan masa kontrak selama delapan bulan, penghasilan bruto yang diterima pekerja diperkirakan mencapai Rp240 juta dalam satu periode kerja.
Untuk tahap awal, kuota yang disiapkan bagi Gunungkidul sebanyak 100 pekerja. Jumlah tersebut terdiri atas 50 orang untuk sektor pertanian dan 50 orang untuk sektor perikanan.
“Kuota awal yang direncanakan untuk Kabupaten Gunungkidul adalah sebanyak 100 orang, yang terbagi masing-masing 50 orang untuk sektor pertanian dan 50 orang untuk sektor perikanan,” kata Han Sang Jae.
Sasar Lulusan SMA/SMK
Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih menilai program tersebut dapat menjadi salah satu solusi bagi banyaknya lulusan SMA/SMK yang tidak melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
Menurutnya, terdapat sekitar 8.700 lulusan SMA/SMK di Gunungkidul pada tahun ini. Dari jumlah tersebut, sekitar 92 persen lulusan SMK dan 44 persen lulusan SMA tidak melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah daerah karena para lulusan membutuhkan akses terhadap lapangan kerja dan kesempatan untuk meningkatkan keterampilan.
“Langkah ini juga menjadi salah satu upaya untuk mencegah generasi muda terjerat masalah sosial seperti judi online dan ketergantungan pada bantuan sosial,” ujar Endah.
Untuk mempersiapkan calon pekerja, Pemkab Gunungkidul berencana menggandeng Undip dalam memberikan pelatihan bahasa dan budaya Korea. Selain kemampuan bahasa, peserta juga akan dibekali pemahaman mengenai etos dan budaya kerja sebelum diberangkatkan.
Pemerintah daerah juga menyiapkan pendampingan setelah pekerja kembali ke Indonesia. Penghasilan yang diperoleh selama bekerja di Korea diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai modal untuk membangun usaha produktif, termasuk melalui koperasi.
Pendampingan tersebut ditujukan agar manfaat program tidak berhenti setelah masa kontrak kerja berakhir, tetapi dapat menjadi modal bagi peningkatan kesejahteraan pekerja dan keluarganya.
Pemkab Gunungkidul juga akan memperhatikan aspek kedisiplinan pekerja selama menjalani kontrak. Hal ini dilakukan untuk mencegah pekerja melarikan diri atau berpindah perusahaan secara ilegal yang dapat berdampak terhadap keberlanjutan kerja sama serta citra daerah.
Endah menegaskan, kerja sama dengan Korea Selatan tersebut tidak semata-mata berorientasi pada pengiriman tenaga kerja. Menurutnya, program ini merupakan bentuk investasi terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia Gunungkidul.
“Keberhasilan kerja sama ini bukan diukur dari berapa banyak yang berangkat, tapi seberapa besar mereka memperoleh kompetensi dan pengalaman internasional untuk meningkatkan kesejahteraan daerah asal,” tegasnya.
Proses seleksi dan administrasi calon pekerja direncanakan segera dimulai. Keberangkatan ditargetkan berlangsung pada Maret atau April 2027, menyesuaikan musim tanam di Korea Selatan.
Pemkab Gunungkidul juga membuka kemungkinan bagi kabupaten lain di wilayah DIY untuk ikut bergabung dalam program tersebut. Kolaborasi antardaerah diharapkan dapat memperkuat posisi tawar Gunungkidul dan daerah lainnya dalam menjalin kerja sama dengan mitra di Korea Selatan.(day)

