Pengembangan Wisata Desa Sepakung Berbasis Olahraga Petualangan
SEMARANG[BahteraJateng] – Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) BEM Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) Universitas Negeri Semarang (UNNES) 2026 resmi meluncurkan Desa Wisata Sepakung sebagai Sport Adventure Area di kawasan Embung Balong pada Sabtu (1/8).
Peluncuran tersebut menjadi puncak rangkaian program pemberdayaan masyarakat yang telah dilaksanakan selama beberapa bulan melalui kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Semarang, Pemerintah Desa Sepakung, pengelola wisata, pemuda desa, dan masyarakat setempat.

Kegiatan peluncuran dihadiri oleh Kepala Bidang Destinasi Pariwisata Dinas Pariwisata Kabupaten Semarang Agung Galih Hardiyanto, Camat Banyubiru Zakky Kurniawan, Sekretaris Desa Sepakung, Musatamil Khoiron, selaku PIC PPK Ormawa UNNES 2026, Ipang Setiawan, selaku dosen pendamping Tim PPK Ormawa BEM FIK UNNES 2026, serta Teguh Hardi Raharjo, sebagai perwakilan akademisi UNNES.
Kegiatan tersebut juga diikuti lebih dari 260 warga Desa Sepakung yang terdiri atas pengelola wisata, pemuda desa, tokoh masyarakat, serta masyarakat umum.

Kepala Bidang Destinasi Pariwisata Dinas Pariwisata Kabupaten Semarang, Agung Galih Hardiyanto, menyampaikan apresiasi atas kinerja Tim PPK Ormawa BEM FIK UNNES 2026 yang dinilai berhasil membangun kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pemuda desa dalam mengembangkan potensi wisata berbasis pemberdayaan masyarakat.
“Kami sangat mengapresiasi dedikasi Tim PPK Ormawa BEM FIK UNNES 2026 yang telah memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan pariwisata di Desa Sepakung,” ucapnya.
Ia menilai Embung Balong, yang menjadi lokasi peluncuran Desa Wisata Sepakung, memiliki potensi yang sangat besar untuk berkembang sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Kabupaten Semarang.
“Embung Balong memiliki potensi yang luar biasa untuk menjadi destinasi wisata unggulan. Namun, masih diperlukan penambahan berbagai fasilitas pendukung agar wisatawan memperoleh kenyamanan dan pengalaman berkunjung yang lebih baik. Dinas Pariwisata Kabupaten Semarang akan terus mendampingi serta memberikan dukungan dalam pengembangan kawasan wisata Embung Balong agar potensinya dapat berkembang secara optimal,” ujar Agung.
Apresiasi juga disampaikan Camat Banyubiru, Zakky Kurniawan. Menurutnya, peluncuran Desa Sepakung sebagai desa wisata berbasis Sport Adventure Area merupakan langkah strategis karena selaras dengan potensi alam yang dimiliki desa tersebut.
“Kami mengapresiasi Tim PPK Ormawa BEM FIK UNNES 2026 yang telah menghadirkan konsep pengembangan desa wisata yang selaras dengan potensi Desa Sepakung. Penetapan Desa Sepakung sebagai desa wisata berbasis Sport Adventure Area merupakan langkah yang tepat karena desa ini memiliki banyak lokasi yang berpotensi dikembangkan menjadi destinasi wisata olahraga petualangan,” katanya.
Zakky menjelaskan, Desa Sepakung memiliki sejumlah kawasan yang layak dikembangkan sebagai destinasi sport adventure, salah satunya Embung Balong yang menjadi lokasi peluncuran desa wisata. Selain menawarkan panorama alam yang indah, kawasan tersebut memiliki karakteristik yang mendukung berbagai aktivitas wisata berbasis olahraga dan petualangan.
“Embung Balong yang menjadi lokasi peluncuran hari ini adalah salah satu contohnya. Kami berharap kolaborasi ini terus berlanjut sehingga potensi yang dimiliki Desa Sepakung dapat berkembang menjadi daya tarik wisata unggulan di Kabupaten Semarang,” tandasnya.
Peluncuran Desa Wisata Sepakung sebagai Sport Adventure Area menjadi momentum pengenalan konsep pengembangan wisata berbasis olahraga petualangan yang memanfaatkan potensi alam desa. Konsep ini dikembangkan dengan mengoptimalkan kekayaan bentang alam Desa Sepakung untuk mendukung aktivitas seperti trekking dan camping, sehingga mampu menghadirkan pengalaman wisata yang aktif, aman, edukatif, dan berkelanjutan.
Melalui konsep tersebut, Desa Sepakung diharapkan mampu memperkuat posisinya sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Kabupaten Semarang sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui sektor pariwisata.(day)

