Perhutani Kebonharjo Gelar Patroli Gabungan di BKPH Gunung Lasem
REMBANG[BahteraJateng] – Guna mengantisipasi Gangguan Keamanan Hutan (Gukamhut) serta Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di puncak musim kemarau, Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kebonharjo memperketat pengawasan dengan menggelar patroli gabungan berskala besar bersama stakeholder terkait.
Kegiatan ini berlangsung di kawasan hutan Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Gunung Lasem pada Selasa (1/9).
Patroli gabungan menyisir sejumlah titik rawan gangguan hutan, seperti illegal logging (pencurian kayu), perambahan lahan, penambangan liar, hingga area hutan yang rentan kebakaran.
Langkah preventif ini melibatkan Kepolisian Sektor (Polsek) Lasem, Komando Rayon Militer (Koramil) 06/Lasem Kodim 0720/Rembang, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Pemadam Kebakaran wilayah Lasem, Polisi Hutan Mobil (Polhutmob), serta Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH).
Administratur/KKPH Kebonharjo yang diwakili Asper/KBKPH Gunung Lasem, Siswanto, menyampaikan bahwa sinergi lintas sektoral ini merupakan komitmen nyata Perhutani dalam mempertahankan kelestarian lingkungan dan menjaga keamanan kawasan hutan agar tetap kondusif.
“Patroli ini fokus pada upaya pencegahan sejak dini. Selain memantau pergerakan fisik di zona rawan, petugas juga mengecek jalur sekat bakar serta ketersediaan sumber air sebagai langkah antisipasi kebencanaan,” ujar Siswanto.
Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa sinergitas antar instansi merupakan kunci utama dalam menjaga kelestarian aset negara. Selain melakukan penyisiran fisik di lapangan, tim patroli gabungan juga memberikan imbauan langsung kepada masyarakat desa hutan (pesanggem) agar tidak melakukan pembakaran saat membersihkan lahan pertanian.
Ditempat yang sama, Danramil 06/Lasem Kodim 0720/Rembang, Kapten Czi. Asmubin menegaskan komitmennya untuk terus mendukung Perhutani dalam mengawal keamanan kawasan hutan dari berbagai ancaman pidana maupun bencana alam Karhutla.
Selain penyisiran lokasi rawan Gukamhut dan Karhutla di lapangan, tim patroli gabungan melakukan sosialisasi dan pendekatan persuasif kepada masyarakat pesanggem (petani hutan).
Warga diimbau untuk tidak melakukan pembakaran saat membuka atau membersihkan lahan pertanian, tidak membuang puntung rokok sembarangan, serta segera melaporkan jika melihat aktivitas mencurigakan maupun kepulan asap di dalam hutan.
Melalui patroli dan edukasi intensif ini, Perhutani Kebonharjo berharap kesadaran kolektif warga terus meningkat, sehingga potensi kerusakan hutan akibat pencurian maupun kebakaran lahan di wilayah KPH Kebonharjo dapat ditekan semaksimal mungkin.
Perhutani bersama seluruh pemangku kepentingan berkomitmen untuk terus memperkuat pengawasan demi menjaga fungsi kelestarian hutan dan keselamatan lingkungan di wilayah tersebut.(day)


