RS UNWAHAS MAS Siapkan Layanan Unggulan Jantung dan Geriatri
SEMARANG[BahteraJateng] – Rumah Sakit Universitas Wahid Hasyim (UNWAHAS) Masjid Agung Semarang (MAS) di kawasan Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) akan mengembangkan layanan unggulan di bidang jantung dan geriatri.
Pengembangan layanan tersebut menjadi bagian dari rencana operasional RS UNWAHAS MAS yang ditargetkan mulai berjalan pada pertengahan 2027. Rumah sakit ini disiapkan tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan layanan kesehatan masyarakat, tetapi juga mendukung fungsi pendidikan Fakultas Kedokteran UNWAHAS.
Ketua Yayasan Wahid Hasyim Semarang, Prof. Noor Achmad, mengatakan RS UNWAHAS MAS nantinya memberikan layanan kesehatan umum dengan pengembangan sejumlah layanan unggulan, terutama jantung dan geriatri.
“Ini adalah rumah sakit yang sangat dibutuhkan, baik oleh Unwahas maupun masyarakat Semarang,” kata Noor seusai tasyakuran pembangunan gedung rumah sakit pada Sabtu (8/8).
Menurut Noor, keberadaan rumah sakit tersebut diharapkan dapat memperkuat akses masyarakat terhadap layanan kesehatan, khususnya warga di sekitar kawasan MAJT. Lokasinya yang berada di kawasan pusat Kota Semarang dinilai strategis karena memiliki akses lalu lintas dan berada di tengah kawasan dengan kepadatan penduduk yang tinggi.
Pembangunan RS UNWAHAS MAS dilakukan melalui kolaborasi Yayasan Wahid Hasyim Semarang, MAJT, dan Yayasan Bondo Masjid Agung Semarang.
Noor menargetkan pembangunan fisik rumah sakit hingga pengadaan peralatan medis dapat diselesaikan dalam waktu sekitar satu tahun. Investasi peralatan kesehatan diperkirakan mencapai Rp150 miliar.
Kawasan yang disiapkan untuk pengembangan rumah sakit mencapai sekitar lima hektare. Dari luasan tersebut, sekitar 1,2 hektare telah terdapat bangunan.
Sementara itu, Rektor UNWAHAS Semarang, Prof. Helmy Purwanto, mengatakan rumah sakit tersebut juga menjadi bagian penting dalam pengembangan pendidikan kedokteran di UNWAHAS.
“Fakultas kedokteran harus mempunyai wahana pendidikan, salah satunya adalah rumah sakit. Ini salah satu jalan tercepat agar Fakultas Kedokteran mempunyai rumah sakit tersendiri,” ujarnya.
Selain mahasiswa Fakultas Kedokteran, fasilitas RS UNWAHAS MAS nantinya dapat dimanfaatkan mahasiswa program studi lain, seperti farmasi dan fisioterapi.
UNWAHAS juga akan mendukung operasional rumah sakit melalui penyediaan sumber daya manusia, termasuk dokter dan dosen yang dapat menunjang fungsi pelayanan sekaligus pendidikan.
Helmy memastikan pembangunan RS UNWAHAS di Kampus 2 Gunungpati tetap berjalan melalui kerja sama dengan pihak ketiga. RS UNWAHAS MAS di kawasan MAJT menjadi alternatif percepatan pemenuhan kebutuhan rumah sakit pendidikan tanpa menghentikan proyek di Gunungpati.
Dengan pengembangan layanan jantung dan geriatri, RS UNWAHAS MAS diharapkan dapat menjadi fasilitas kesehatan yang menggabungkan pelayanan umum, layanan unggulan, pendidikan, serta pengabdian kepada masyarakat.

