Rumah Sukarno Hadi Suwarno
Sukarno Hadi Suwarno, penerima bantuan renovasi RTLH dari Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta saat ditemui, Minggu (9/8/2026). (Foto. BahteraJateng/HH)
|

Rumah Sempit Bikin Anak Tunda Menikah, Keluarga Sukarno Akhirnya Dapat Bantuan RTLH

YOGYAKARTA[BahteraJateng] – Keinginan untuk menikah harus ditunda oleh anak perempuan Sukarno Hadi Sumarno dan Sumini. Bukan karena belum menemukan pasangan, tetapi kondisi rumah orang tuanya yang terlalu sempit.

Rumah di kawasan dekat Lepen Pringgokusuman, Gedongtengen, Kota Yogyakarta, itu hanya memiliki dua ruangan. Tempat tidur, kompor, hingga barang dagangan harus berbagi ruang yang sama.

“Mau nikah teng mriki nggih sempit, belum purun rabi. Kalau tidur teng ngarep kaleh jejer ngarep kompor, bapaknya di depan TV,” kata Sumini saat ditemui pada Minggu (9/8/2026).

Kondisi rumah yang sudah tua semakin membuat keluarga tersebut kesulitan. Genteng yang diperkirakan berusia sekitar 60 tahun kerap bocor ketika hujan.

“Kalau hujan angin ya repot, mau nyiapin dagangan tapi terocoh semua. Payung juga tidak punya, kalau pas hujan benar-benar susah,” ujarnya.

Selama bertahun-tahun, Sukarno dan Sumini hanya mampu memperbaiki rumah secara tambal sulam. Keterbatasan ekonomi membuat mereka belum sanggup melakukan renovasi menyeluruh.

Sukarno yang sebelumnya bekerja sebagai kuli panggul kini juga hanya bekerja tiga kali dalam sepekan. Sementara Sumini membantu ekonomi keluarga dengan berjualan kelontong dari rumah.

Harapan baru datang pada Minggu (9/8/2026). Rumah mereka mendapat bantuan perbaikan RTLH dari Pemerintah Kota Yogyakarta yang dianggarkan di luar APBD.

Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo, melihat langsung kondisi rumah tersebut. Ia mengusulkan agar rumah dibangun bertingkat sehingga lantai atas nantinya dapat digunakan oleh anak perempuan Sukarno dan Sumini.

“Dia bagus, tetap usaha, meskipun tua tetap buka warung kelontong kecil-kecilan. Saya terenyuh, ingin menyemangati supaya nanti rumahnya kita tingkat saja, supaya yang atas bisa untuk anak perempuan,” kata Hasto.

Hasto juga mengajak pengusaha dan warga sekitar ikut membantu perbaikan rumah, baik dalam bentuk uang maupun tenaga.

Bantuan tersebut diharapkan tidak hanya membuat Sukarno dan Sumini memiliki tempat tinggal yang lebih layak. (day)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *