Sahur Bareng “SABAR” Warung Ikhlas 2 Semarang, Dari Komunitas Pengajian Menjadi Dapur Berbagi untuk Sesama
SEMARANG[BahteraJateng] – Aroma masakan sederhana menyambut siapa saja yang datang ke Warung Ikhlas 2 di Jalan Pusponjolo Dalam 8 Nomor 24, Kota Semarang. Di tempat yang tampak seperti warung makan biasa itu, puluhan orang datang silih berganti. Tukang becak, pengemudi ojek, warga sekitar hingga musafir duduk bersama menikmati hidangan yang disajikan. Tidak ada kasir, tidak ada tagihan. Semua gratis.
Warung Ikhlas lahir dari sebuah komunitas pengajian bernama Ridho Allah yang berpusat di Saung Tapos Sukatani Bogor dengan dibimbing Guru Antono Basuki. Dari pertemuan rutin itulah muncul gagasan sederhana: bagaimana jika pengajian tidak hanya menjadi tempat belajar agama, tetapi juga menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat.

Penasihat Pengajian Ridho Allah sekaligus Warung Ikhlas 2 Kota Semarang, Hari Abrimono, menuturkan ide Guru Antono Basuki tersebut akhirnya diwujudkan dalam bentuk dapur berbagi yang kini sudah berjalan sekitar empat tahun.
“Awalnya dari komunitas pengajian Ridho Allah. Dari situ muncul gagasan membuat Warung Ikhlas, yaitu makan gratis bagi masyarakat yang membutuhkan,” kata Ari, sapaan akrabnya.
Pada hari biasa di luar Ramadan, Warung Ikhlas 2 Semarang membuka makan siang gratis setiap hari. Konsepnya sederhana seperti warung ramesan. Pengunjung bisa makan dan minum secukupnya. Dalam sehari, sekitar 100 hingga 150 orang datang untuk makan.
Namun bagi para relawan, Warung Ikhlas 2 bukan sekadar tempat berbagi makanan. Tempat ini juga menjadi ruang belajar tentang kesabaran dan keikhlasan.
Ari mengaku, tidak semua orang yang datang memiliki karakter yang sama. Ada yang ingin didahulukan, ada yang meminta lauk tertentu, bahkan ada yang mengeluh jika merasa lauknya kurang.
“Kadang ada yang bilang, ‘nek lawuhe sitik, rejekimu ngko sitik lho’. Di situlah kami belajar sabar dan ikhlas,” ujarnya sambil tersenyum.
Menurutnya, semua relawan yang terlibat bekerja tanpa bayaran. Mereka datang dengan niat melayani dan belajar berbagi.
Ketika bulan Ramadan tiba, kegiatan Warung Ikhlas 2 Semarang berubah bentuk. Jika biasanya melayani makan siang gratis, selama Ramadan mereka mengadakan program Sahur Bareng atau disingkat SABAR.
Program ini ditujukan bagi keluarga pendamping pasien kelas 3 di rumah sakit yang sering kali harus berjaga sepanjang malam tanpa sempat memikirkan makan sahur.
Tahun ini kegiatan SABAR telah digelar di Ruang Rajawali RS Kariadi pada Sabtu (28/2) dan di RSD K.R.M.T. Wongsonegoro milik Pemerintah Kota Semarang pada Sabtu (14/3), masing-masing dibagikan 300 paket makan sahur.
Ratusan paket sahur dibagikan kepada para penunggu pasien yang sebagian besar datang dari luar kota dan menghabiskan malam di lorong-lorong rumah sakit.
Semua kegiatan tersebut dapat berjalan berkat dukungan para donatur yang menitipkan sedekah dan infak melalui komunitas pengajian Ridho Allah.
Ari mengatakan, Warung Ikhlas 2 tidak memiliki target besar selain terus menjaga semangat berbagi. Baginya, hal kecil yang dilakukan dengan ikhlas dapat memberikan manfaat bagi banyak orang.
“Yang penting kita belajar sabar, ikhlas, dan melayani masyarakat dengan hati,” katanya.
Ke depan, Warung Ikhlas 2 berencana kembali menggelar Sahur Bareng (SABAR) di ruang UGD RS Kariadi pada Selasa (17/3) mendatang.
Bagi masyarakat yang ingin ikut berbagi atau berdonasi, dapat langsung datang ke lokasi Warung Ikhlas 2 atau menghubungi pengelola, Isti Ardiningtyas di nomor WhatsApp 0822-4213-3877.


Maa syaa ALLAAH… Berkah selalu warung ikhlas dua membawa manfaat dan slalu membuat orang lain bahagia🤲🏽🥰