Selama Ramadhan, Konsumsi BBM di Banyumas Raya Melonjak
PURWOKERTO[BahteraJateng[ – Selama Ramadhan, konsumsi BBM di wilayah Kabupaten Banyumas mengalami kenaikan hingga kisaran 3%, bila dibandingkan dengan realisasi gasolin 2023 pada periode yang sama.
Karenanya, untuk memastikan pasokan lancar, PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah (JBT) membentuk Satuan Tugas (Satgas) Ramadhan dan Idul Fitri (RAFI).
Area Manager Communication, Relations & Corporate Social Responsibility (CSR) Regional Jawa Bagian Tengah PT Pertamina Patra Niaga, Brasto Galih Nugroho mengatakan kenaikan konsumsi BBM ini diprediksi masih akan terus berlangsung. Untuk BBM jenis Gasolin (Pertalite dan Pertamax Series) diprediksi naik 275 bila dibandingkan rata-rata harian normal Januari – Februari 2024 dari 1.423 Kilo Liter (KL) menjadi 1.809 KL.
“Selama periode Satgas Rafi 2024, tren konsumsi BBM wilayah Banyumas Raya yang meliputi Banyumas, Cilacap, Purbalingga dan Banjarnegara mengalami peningkatan,” ujarnya.
Pertamina Patra Niaga juga menambah armada mobil tangki dari sebelumnya 471 menjadi 513 unit di Jawa Tengah dan DIY. Sebagai antisipasi padatnya arus mudik Lebaran yang menyebabkan kemacetan, Pertamina juga menyiapkan SPBU Kantong berupa mobil tangki yang disiagakan sebagai kantong cadangan suplai BBM di titik-titik yang rawan dengan kemacetan.
Puncak arus mudik di Provinsi Jawa Tengah dan DIY sendiri diprediksi terjadi pada 6 April dengan prediksi konsumsi gasolin meningkat sebanyak 62% atau sebanyak 20.800 KL dan pada 9 April dengan prediksi konsumsi gasolin meningkat sebanyak 57% atau mencapai 20.200 KL.
Sedangkan puncak arus balik di Provinsi Jawa Tengah dan DIY diprediksi terjadi pada 14 April dengan prediksi konsumsi gasolin meningkat sebanyak 61% atau sebanyak 20.600 KL. Beberapa SPBU yang berada di beberapa lokasi strategis pun akan beroperasi selama 24 jam.
Dibandingkan dengan Periode Satgas Rafi 2023, puncak tertinggi konsumsi gasolin pada arus mudik meningkat sebanyak 66% pada H-2 Lebaran sedangkan untuk arus balik juga terdapat peningkatan sebanyak 46% pada H+3 lebaran.
Sementara itu, untuk konsumsi BBM jenis Gasoil (Biosolar dan Dex Series) di wilayah Tegal Raya justru mengalami penurunan 1% dari normalnya 580 menjadi 577 KL. Penurunan ini disebabkan pada saat periode Idul Fitri terjadi penurunan kegiatan industri.
Sedangkan untuk LPG (PSO & Non-PSO), Pertamina menyiagakan penambahan stok hingga 4,2% dibandingkan rata-rata konsumsi harian atau setara dengan 190.389 tabung dari rata-rata normalnya 182.645 tabung. Rata-rata harian normal adalah periode Januari – Februari 2024.
Selain itu, dari 935 agen dan 79.599 pangkalan LPG subsidi dan non subsidi di Jawa Tengah dan DIY, Pertamina Patra Niaga juga menyiapkan 935 Agen Siaga PSO dan Non-PSO dan 8.895 Pangkalan Siaga PSO dan Non-PSO yang beroperasi saat liburan di Provinsi Jawa Tengah. Bahkan khusus wilayah dengan permintaan tinggi, beberapa Agen LPG disiagakan 24 jam.
“Pada Ramadhan dan Idul Fitri kali ini, kita juga menyediakan layanan Serambi MyPertamina. Serambi MyPertamina merupakan layanan untuk mendukung kelancaran perjalanan konsumen selama Ramadhan dan Idul Fitri. Untuk layanan yang terdapat di Serambi MyPertamina diantaranya adalah layanan kesehatan, nursery room untuk ibu dan bayi/balita, pengecekan kesehatan dan lain sebagainya,” ujar Brasto.

