SMA N 4 Semarang Meriahkan Safari Rupiah 2024 Yang Digelar BI Jateng
SEMARANG[BahteraJateng] – Seratus pelajar, guru dan karyawan SMA Negeri 4 Semarang meriahkan Safari Rupiah 2024 yang diselenggarakan Bank Indonesia (BI) Jateng dan di halaman Kantor BI Provinsi Jawa Tengah Kota Semarang, Minggu (4/2)
Kegiatan Safari Rupiah Bank Indonesia diawali dengan senam zumba bersama diikuti ribuan peserta dari berbagai Instansi Pemerintah serta puluhan Sekolah tingkat SD, SMP, SMA dan SMK di Kota Semarang

Kegiatan Safari Rupiah dimeriahkan dengan penampilan Tari Warak Dugder dari sanggar Sobokarti Semarang, Majesty Band dan juga lomba Fashion Show Anak Cinta Rupiah dengan dipandu MC Vanisha Vani dan Adi Siswowidjono.
Turut hadir pada acara safari rupiah Pj Gubernur Jateng yang diwakili Asisten Ekonomi dan Pembangunan Dr AP Ir Sujarwanto Dwiatmoko MSi, Kabag Perekonomian dan SDA Setda Kota Semarang Margarita Mita Dewi Sopa SE MM, Kadisdikbud Prov Jateng Dr Uswatun Khasanah MPd, Deputi Kaperwil BI Prov Jateng Nita Rachmenia, Pimpinan dan Pejabat Kaperwil BI Purwokerto, DIY, Solo,Tegal dan Museum Bank Indonesia (MUBI), Ketua Perkumpulan Pensiunan BI, Kepala OJK Regional 3 Jateng dan DIY diwakili Deputi Direktur Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan Evi Yunita serta Kadisdikbud Kota Semarang, Bambang Pramusinto SH SIP MSi


Pj Gubernur Jateng yang diwakili Asisten Ekonomi dan Pembangunan, Dr AP Ir Sujarwanto Dwiatmoko M Si mengatakan kegiatan Safari Rupiah yang diselenggarakan Bank Indonesia (BI) Prov Jateng dan DIY dengan mengusung tema “Memaknai Perjalanan Rupiah Penguat Ekonomi Jawa Tengah” patut diapresiasi dan kebijakan stabilitasi nilai tukar rupiah ditengah kuatnya nilai dolar Amerika Serikat.
Tercatat pada akhir 2023 nilai tukar rupaiah menguat 1,11% poin to poin dibandingkan dengan akhir 2022. Perkembangan ini juga lebih baik jika dibandingkan apresiasi mata uang Asean seperti bath di Thailand yang menguat sebesar 1,03% dan mata uang pesso dari Philipina, 0,62%.
”Kita patut bersyukur bahwa perekonomian Indonesia 2023 tetap berdaya tahan tumbuh baik ditengah ancaman dan gejolak perekonomian dunia. Tidak terkecuali dengan perekonomian Jateng pertumbuhan ekonomi baru,” ujar Sujarwanto.
Jateng, lanjutnya, Triwulan III/2023 tumbuh sebesar 4,93% atau dibawah sedikit nasional sebesar 4,94%. Sumber pertumbuhan terbesar PDNP berasal dari industri pengolahan yang tumbuh positip dan meningkat dibandingkan Triwulan III/2022 seiring dengan peningkatan permintaan domestik yang terus menguat itu karena rupiah.
Fenomena alam El-Nino yang sedang terjadi di Indonesia memberikan dampak yang nyata terhadap tingginya tekanan pada harga pangan. Oleh sebab itu Pemprov Jateng bersama Bank Indonesia (BI) perwakilan Jateng terus berupaya menjaga daya beli masyarakat dan menjaga inflasi Jateng agar tetap terkendali pada kisaran 3 plus minus 1 dengan berbagai cara yang telah dilakukan di antaranya melalui gerakan pangan murah, operasi pasar, pemantauan pasar pemberian subsidi harga pangan dan juga menguatkan cadangan pangan pemerintah.
Sujarwanto menuturkan, 2023 inflasi nasional memang sudah bagus mencapai 2,61% dan terendah sejak 2022 lalu. Inflasi Jateng juga hebat 2,89% hingga akhir Desember 2023 lalu dan Januari 2024 ini bahkan bisa ditekan menjadi 2,69%.
Menurutnya, inflasi yang terkendali ini ditinjau oleh eratnya sinergitas tim pengendali inflasi daerah Prov Jateng yang dikooordinasi Bank Indonesia Perwakilan Jateng. Hubungan yang sudah terbangun baik ini dapat terus ditingkatkan agar inflasi Jateng dapat terus terkendali.
Perkembangan teknologi yang semakin maju harus dapat dimanfaatkan dengan baik terutama dibidang perekonomian salah satunya dengan memanfaatkan transaksi secara digital. Dengan adanya transaksi non tunai ini diharapkan transaksi pembayaran menjadimlebih mudah, cepat dan aman.
Dalam hal ini, tutur Sujarwanto, Pemprov Jateng terus mendorong meringankan transaksi non tunai dengan digitalisasi sistem pembayaran baik ditata cara pembayaran di Pemerintah Jateng, termasuk di Kabupaten/Kota dan juga bagaimana mendorong UMKM terus mengembangkan transaksi digital. Hal ini ditunjukkan dengan peningkatan merchane di Jateng yang telah memiliki QRIS.
“Dengan penggunaan QRIS diharapkan memberikan manfaat yang luas bagi pengusaha terutama UMKM dan dapat meningkatkan efisiensi, kemudahan dan keamanan dalam reward pembayaran dari berbagai penyelenggara jasa sistem pembayaran,” tuturnya. (rs)

