Tesia Aisyaheta
Tesia Aisyaheta, remaja berusia 13 tahun asal Palembang salah satu jemaah haji khusus termuda tahun 2026.(Dok. MCH 2026)

Tesia Aisyaheta, Jemaah Haji Khusus Termuda 2026 yang Bercita-cita Jadi Dokter Spesialis

MADINAH[BahteraJateng] — Di tengah jutaan jemaah yang menunaikan ibadah haji musim 1447 Hijriah/2026 Masehi, kisah inspiratif datang dari Tesia Aisyaheta. Remaja berusia 13 tahun asal Palembang itu menjadi salah satu jemaah haji khusus termuda tahun ini.

Tesia berangkat ke Tanah Suci bersama enam anggota keluarganya, termasuk sang nenek tercinta. Meski masih berusia muda, siswi kelas 7 SMP IT Royal Islamic School tersebut mampu mengikuti seluruh rangkaian ibadah haji tamattu’ dengan penuh semangat dan ketekunan.

Rangkaian ibadah yang dijalani Tesia dimulai dari pelaksanaan umrah, kemudian tarwiyah di Mina pada 8 Dzulhijjah, wukuf di Arafah pada 9 Dzulhijjah, mabit di Muzdalifah, lontar jumrah dan mabit di Mina hingga 13 Dzulhijjah, sebelum menyempurnakan ibadah dengan thawaf ifadhah dan sa’i.

Usai menyelesaikan seluruh prosesi haji, Tesia melanjutkan perjalanan ke Kota Madinah untuk memperbanyak ibadah dan berziarah. Dalam kesempatan berbincang bersama media, Tesia menyampaikan harapannya agar ibadah hajinya menjadi haji mabrur.

“Harapannya semoga kami mendapatkan haji yang mabrur, karena haji mabrur harus terkoneksi dengan kebaikan dan memberikan manfaat setelah kembali ke tanah air,” ujarnya, baru-baru ini.

Selain mendoakan dirinya dan keluarga, Tesia juga berharap keluarga, sahabat, dan teman-temannya diberikan kesempatan oleh Allah SWT untuk dapat menunaikan ibadah haji.

Lahir di Palembang pada 4 April 2013, Tesia dikenal aktif berprestasi di bidang akademik. Ia meraih Bronze Medal Asian Science, Maths, and English Olympiad untuk cabang Bahasa Inggris di Bali tahun 2025.

Tak hanya itu, Tesia juga berhasil meraih Juara 2 Olimpiade Bahasa Inggris FABI 15 tingkat Sumatera Selatan pada Mei 2026 dan dijadwalkan melanjutkan kompetisi tingkat nasional di Kota Malang pada Juli 2026.

Di balik prestasi akademik dan perjalanan spiritualnya, Tesia memiliki cita-cita mulia menjadi dokter spesialis agar dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Dukungan keluarga, khususnya sang ibu, dr. Ertikawina, disebut menjadi bagian penting dalam perjalanan pendidikan dan spiritualnya.

Kisah Tesia menjadi inspirasi bahwa usia muda bukan penghalang untuk menjadi tamu Allah dan menebarkan kebaikan selepas menunaikan ibadah haji.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *