TPS 3R Sido Rukun Kelola Sampah Warga 1,5 Ton Per Hari
BLORA[BahteraJateng] – Berada diujung selatan Dusun Boleran, TPS 3R (Reduse, Reduse, Recycle) yang dikelola KMP Sido Rukun, bisa dikatakan berhasil mengelola sampah organik maupun non organik warga seberat 1,5 ton per hari dengan menerapkan integrated farming.
TPS 3R Sido Rukun yang berdiri diatas tanah bengkok bayan, mengolah sampah organik menjadi kompos untuk pupuk tanaman buah dipekarangan TPS serta pakan magot (ulat lalat BSF-red.) yang nantinya dijadikan makanan utama unggas.
Hal tersebut disampaikan Jalil dan Anas, pengurus utama Kelompok Masyarakat Pengelola (KMP) Sido Rukun, Dusun Boleran, Desa Jiken, Kecamatan Jiken, Kabupaten Blora pada Sabtu (7/2).
Jalil membagikan kenangan diawal perjalanannya dalam mengelola TPS 3R ini bersama Anas.
“Mulainya kegiatan akhir 2024, saya dan mas Anas, selama sebelas bulan ikut merogoh kocek sendiri, rata-rata dua juta rupiah per bulan untuk honor para pemilah sampah dan operasional TPS 3R,” kata Jalil kepada bahterajateng.
Semenjak lima SPPG program MBG ikut berlangganan untuk diambil sampahnya, Jalil mengungkapkan bahwa beban beratnya mulai berkurang, karena tidak lagi merogoh uang pribadi untuk honor pemilah sampah dan operasional TPS.
Jalil mengungkapkan tantangan terberat dalam mengelola sampah adalah memisahkan SOD (Sampah Organik Dapur, red.) yang bercampur dengan non organik, terutama popok orang dewasa.
Dirinya berharap warga ikut peduli sampah yang dimulai sejak dari rumah dengan memilah sampah organik maupun non organik.
“SOD jangan dicampur dengan sampah non organik. Karena sampah organik yang kami kelola, selain untuk pupuk kompos, juga untuk pakan magot,” ujar Jalil.
Kepedulian Jalil dan Anas pada sampah, tidak hanya sebatas pengelolaannya saja, tapi memberi contoh langkah nyata dalam pelaksanaan kegiatan.
Bahkan, Jalil maupun Anas sering laksanakan sosialisasi kepada warga sekitar TPS untuk mulai memilah sampah organik maupun non organik dari rumah dan memberikannya pada TPS 3R tanpa dipungut biaya bulanan.
“Mas Jalil sebagai pelanggan pertama, saya yang kedua. Sekarang ada 130an pelanggan warga yang kita ambil sampah rumah tangganya. Dan per hari mencapai 1,5 ton,” ucap Anas.
TPS 3R Sido Rukun menerapkan biaya pengambilan sampah per rumah tangga sebesar Rp. 15.000,- per bulan dengan seminggu sekali pengambilan dan Rp. 25.000,- per bulan untuk seminggu dua kali pengambilan.
Dalam dua bulan kedepan, KMP Sido Rukun mempunyai ‘PR’ berat agar operasional TPS 3R tetap berjalan.
“Dua bulan kedepan, kami akan menghadapi kendala yang mau tidak mau harus dihadapi. Kendaraan roda tiga kami, saatnya diganti baru. Selama ini kami hanya memiliki satu unit, dan kendaraan itu kami paksa untuk tetap berjalan walau kondisi mesinnya sudah rusak, dengan kata lain, hari ini rusak, malam harus bisa diperbaiki untuk digunakan keesokannya,” pungkas Anas.(day)

