UIN Saizu Purwokerto Jalin Kerjasama dengan FKUB Jateng, Perkuat Kerukunan Umat Beragama
PURWOKERTO[BahteraJateng] – Universitas Islam Negeri (UIN) Prof KH Saifudin Zuhri (Saizu) Purwokerto siap berkolaborasi dengan para pegiat kerukunan beragama dalam rangka mewujudkan kerukunan dan kedamaian di tengah-tengah masyarakat.
Rektor UIN Saizu, Prof. Ridwan, mengatakan berpartisipasi bahkan turut berperan dalam mewujudkan kerukunan antar umat beragama dalam upaya mewujudkan kedamaian di tengah-tengah masyarakat juga menjadi bagian dari amanat yang diemban UIN Saizu sebagai perguruan tinggi Islam.
“Kami siap menjadi bagian dari gerakan pelibatan masyarakat yang berkontribusi dalam mewujudkan kerukunan antar umat beragama melalui Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB),” kata Prof Ridwan di Purwokerto pada Jumat (28/11).
Menurutnya, melalui FKUB masyarakat bisa berkontribusi memelihara kerukunan antar umat beragama , demikian juga dengan UIN Saizu juga dapat melakukan petan itu karena juga mengemban amanat mengembangkan program beragama dengan maslahat.
Diksi bermaslahat, lanjutnya terasa satu tarikan nafas dengan amanat yang dijalankan oleh FKUB Jateng. Karena itu kalau FKUB Jateng menjadikan kampus UIN Saizu sebagai lokasi untuk agenda FKUB Jateng Goes To Campus dan Temu Kerukunan se eks-Karesidenan Banyumas , Rabu (26/11/2025) merupakan langkah yang tepat.
Dia menambahkan, setelah even ini UIN Saizu mempersilahkan kepada para pegiat kerukunan umat beragama untuk melanjutkan aktifitasnya dengan melibatkan UIN Saizu.
“Mari bersama UIN Saizu kita ciptakan, pelihara , kembangkan dan perkuat kerukunan di lingkungan kita. Perbedaan keyakinan dalam beragama jangan dijadikan pemicu untuk mengganggu kerukunan yang sudah ada,” ujarnya.
Ketua FKUB Jateng Prof. Imam Yahya, mengatakan setelah dengan UIN Saizu FKUB Jateng akan memperluas jaringan kerjasama dengan pihak lain, sebab tanpa dibantu masyarakat FKUB tidak bisa bergerak maksimal.
“Karena itu kami akan terus bergerak menjalin relasi di akar rumput sehingga yang namanya kerukunan bisa disikapi masyarakat sebagai sebuah kebutuhan,” ujarnya.(day)


