International Guest Lecture UIN Walisongo
Prodi Teknik Lingkungan Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UIN Walisongo Semarang menggelar International Guest Lecture di Gedung Rektorat UIN Walisongo Semarang, Senin (3/8).(Dok. UIN Walisongo)

UIN Walisongo Hadirkan Pakar India Bahas Ancaman Mikroplastik

SEMARANG[BahteraJateng] – UIN Walisongo Semarang memperkuat edukasi lingkungan melalui International Guest Lecture yang membahas ancaman pencemaran mikroplastik dan pentingnya pengelolaan sampah berkelanjutan.

Kegiatan yang digelar Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UIN Walisongo tersebut berlangsung di Gedung Rektorat UIN Walisongo Semarang pada Senin (3/8).


Pakar pengelolaan sampah dan lingkungan asal India, Prof. Sadhan Kumar Ghosh dari International Society of Waste Management, Air, and Water (ISWMAW), hadir sebagai narasumber.

Rektor UIN Walisongo Semarang, Prof. Musahadi, mengatakan persoalan lingkungan tidak cukup diselesaikan hanya dengan pendekatan teknologi. Perubahan paradigma dan kesadaran moral masyarakat juga diperlukan untuk menjaga keberlanjutan lingkungan.


Menurutnya, perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam menanamkan kepedulian lingkungan melalui pendidikan. Karena itu, kegiatan International Guest Lecture dan Focus Group Discussion (FGD) menjadi bagian dari komitmen kampus dalam mendukung Gerakan Ekoteologi yang diinisiasi Menteri Agama.

“Pengelolaan sampah merupakan investasi bagi masa depan bumi sekaligus mendukung terwujudnya circular economy yang berkelanjutan,” ujarnya.

Kegiatan tersebut diikuti dosen dan mahasiswa UIN Walisongo serta guru MI, SD, SMP, dan MTs dari Kota Semarang dan Kabupaten Kendal.

Dalam paparannya, Prof. Sadhan Kumar Ghosh menjelaskan mikroplastik telah mencemari berbagai ekosistem, mulai dari tanah, sungai, dan laut hingga masuk ke rantai makanan manusia.

Ia menilai penanganan mikroplastik membutuhkan kolaborasi pemerintah, akademisi, dunia pendidikan, industri, dan masyarakat.

“Salah satu langkah penting yang perlu didorong yakni penerapan prinsip ekonomi sirkular dan pengurangan penggunaan plastik sekali pakai,” katanya.

Melalui kegiatan tersebut, Prodi Teknik Lingkungan FST UIN Walisongo juga memperkuat jejaring internasional sekaligus mendorong pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat yang berorientasi pada isu lingkungan dan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *