Nur Hasyim
Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang, Nur Hasyim.(Foto. BahteraJateng/day)
|

Fatherless Peran Ayah Tak Cukup Hanya Mencari Nafkah, Dosen UIN Walisongo Dorong Perubahan Paradigma Pengasuhan

SEMARANG[BahteraJateng] – Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UIN Walisongo Semarang, Nur Hasyim, menilai sudah saatnya paradigma mengenai peran ayah dalam keluarga diubah. Menurutnya, fenomena fatherless ayah tidak cukup hanya menjalankan peran sebagai pencari nafkah, tetapi juga harus terlibat aktif dalam pengasuhan anak.

Pernyataan tersebut disampaikan Nur Hasyim menjelang peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) 2026 yang mengusung tema “Ayah Wajib Hadir”. Ia menilai tema tersebut relevan untuk mendorong perubahan cara pandang masyarakat terhadap pembagian peran dalam keluarga.

“Pengasuhan itu bukan hanya tanggung jawab perempuan dan laki-laki secara bersama-sama. Menjadi ayah tidak cukup direduksi hanya semata-mata memenuhi kebutuhan material anak, tetapi juga ikut aktif terlibat dalam pengasuhan untuk memastikan tumbuh kembang anak optimal,” ujarnya usai mengikuti Focus Group Discussion (FGD) Pengasuhan dan Stimulasi Dini Anak di Semarang pada Jumat (26/6).

Menurut Hasyim, rendahnya keterlibatan ayah dalam pengasuhan selama ini dipengaruhi norma sosial yang masih menempatkan ibu sebagai pihak yang bertanggung jawab utama dalam mengasuh anak. Akibatnya, banyak ayah yang hadir secara fisik, tetapi belum berperan aktif dalam mendampingi tumbuh kembang anak.

Ia menegaskan, perubahan budaya tersebut perlu didukung melalui edukasi kepada masyarakat dan kebijakan yang mendorong keterlibatan ayah dalam keluarga. Dengan demikian, pengasuhan dapat dijalankan secara setara oleh ayah dan ibu.

Hasyim juga berharap laki-laki yang memilih terlibat dalam pengasuhan maupun pekerjaan domestik tidak lagi mendapat stigma negatif.

“Keterlibatan ayah merupakan bentuk tanggung jawab bersama dalam membangun keluarga yang sehat serta mendukung tumbuh kembang anak secara optimal,” tuturnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *