KAI Daop 4 Semarang
Wisatawan mancanegara menggunakan transportasi kereta api dari Kota Semarang.(Dok Humas Daop 4)
|

Wisman Makin Pilih Kereta Api, 28 Ribu Turis Gunakan KA dari Semarang

SEMARANG[BahteraJateng] – Minat wisatawan mancanegara (wisman) menggunakan transportasi kereta api dari Kota Semarang terus menunjukkan tren positif.

PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 4 Semarang mencatat sebanyak 28.142 wisman menggunakan layanan kereta api jarak jauh sepanjang Januari hingga November 2025.

Jumlah tersebut mengalami kenaikan sebesar 17 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2024, yang tercatat sebanyak 23.998 wisman. Peningkatan ini menegaskan kereta api semakin diminati turis asing sebagai moda transportasi yang aman, nyaman, dan memberikan pengalaman perjalanan yang autentik.

Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif, mengatakan data tersebut berasal dari tiga stasiun keberangkatan di Kota Semarang. Ketiga stasiun tersebut yakni Stasiun Semarang Tawang, Stasiun Semarang Poncol, dan Stasiun Alastua.

“Stasiun Semarang Tawang masih menjadi stasiun favorit wisman dengan jumlah penumpang mencapai 21.563 orang. Disusul Stasiun Semarang Poncol sebanyak 6.522 penumpang dan Stasiun Alastua sebanyak 57 penumpang,” ujar Luqman pada Sabtu (13/12).

Menurutnya, meningkatnya jumlah wisman yang menggunakan kereta api turut memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal. Aktivitas wisatawan asing dinilai mampu menggerakkan sektor usaha, khususnya UMKM di sekitar kawasan stasiun dan destinasi wisata.

“Kereta api menghadirkan pengalaman perjalanan yang hangat dan inklusif, sehingga wisatawan dapat lebih dekat dengan budaya lokal. Hal ini menjadi nilai tambah bagi pariwisata Indonesia,” jelasnya.

Luqman menambahkan, KAI Daop 4 Semarang akan terus meningkatkan kualitas layanan serta memperkuat integrasi antarmoda guna mendukung pengembangan ekosistem pariwisata nasional.

“Kami optimistis kereta api akan terus menjadi pilihan utama wisatawan mancanegara dan berkontribusi positif bagi pertumbuhan ekonomi daerah maupun nasional,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *