Menuju World Class University, UIN Walisongo Perkuat Internasionalisasi dan Hadirkan Prodi Baru
SEMARANG[BahteraJateng] – UIN Walisongo Semarang kembali menggelar wisuda program Sarjana, Magister, dan Doktor periode Mei 2026 di Auditorium Kampus 3 pada Sabtu (23/5).
Momentum wisuda kali ini sekaligus menjadi panggung pengumuman berbagai langkah strategis kampus menuju World Class University.
Rektor UIN Walisongo Semarang, Musahadi, menegaskan bahwa transformasi kampus tidak hanya berfokus pada penguatan akademik, tetapi juga pembangunan nilai kemanusiaan di tengah perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan.
“Gelar akademik yang saudara sandang mulai hari ini bukan sekadar bukti kelulusan, melainkan sebuah tanggung jawab moral,” ujar Prof. Musahadi dalam sambutannya.
Dalam kesempatan tersebut, rektor mengungkapkan peningkatan signifikan sektor internasionalisasi kampus. Tahun ini tercatat sebanyak 813 calon mahasiswa luar negeri mendaftar di UIN Walisongo Semarang. Selain itu, kampus juga memperluas program magang internasional dan double degree.
Pada September 2026 mendatang, sebanyak 15 mahasiswa dijadwalkan mengikuti program double degree di Shih Chien University sekaligus menjalani magang di berbagai perusahaan di Taiwan dengan fasilitas gaji mencapai Rp20 juta per bulan.
Tak hanya itu, UIN Walisongo juga bersiap menjalani visitasi akreditasi internasional ACQUIN pada Juli 2026 untuk 38 program studi sebagai bagian dari penguatan daya saing global.
Di bidang akademik, kampus memperkenalkan sejumlah program studi baru yang dinilai relevan dengan kebutuhan industri dan transformasi digital. Prodi baru tersebut meliputi Perpustakaan dan Sains Informasi di bawah Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, serta Prodi Ilmu Hadis, Bisnis Digital, dan Kedokteran.
Rektor juga mengumumkan sejumlah program beasiswa yang tengah dibuka, di antaranya Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB), beasiswa tahfidz 30 juz, jalur prestasi dengan pembebasan UKT penuh, hingga beasiswa rekomendasi KALAM bagi alumni yang melanjutkan studi di UIN Walisongo.
Menurut Prof. Musahadi, berbagai langkah tersebut merupakan bentuk komitmen kampus untuk membuka akses pendidikan tinggi berkualitas bagi generasi muda Indonesia tanpa terkendala biaya.

