Perkuat Peran Pemuda, Jaladara Institut Gelar Pelatihan Relawan Anti Narkotika
SEMARANG[BahteraJateng] – Jaladara Institut menggelar Pelatihan Satuan Tugas, Unit Kegiatan, dan Relawan Anti Narkotika Provinsi Jawa Tengah di Kabupaten Semarang pada Sabtu (27/6).
Kegiatan tersebut mendapat dukungan dari Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Jawa Tengah sebagai upaya memperkuat peran masyarakat, khususnya generasi muda, dalam mencegah penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.
Pelatihan diikuti peserta dari berbagai elemen masyarakat, mulai dari tokoh pemuda, pengurus organisasi, hingga penggerak komunitas dari sejumlah daerah di Jawa Tengah. Kegiatan mengusung semangat “Ngopeni Nglakoni Jateng” yang menekankan pentingnya tanggung jawab bersama dalam menjaga ketahanan sosial.
Perwakilan Jaladara Institut, Miftah Nur Khayanto, mengatakan penyalahgunaan narkotika tidak hanya menjadi persoalan hukum, tetapi juga ancaman bagi ketahanan sosial, masa depan generasi muda, dan pembangunan daerah.
“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat, satuan tugas, dan relawan untuk bersatu mencegah penyebaran narkotika sejak dini. Melalui pelatihan ini, peserta dibekali pengetahuan, keterampilan, dan strategi agar mampu menjadi garda terdepan dalam upaya pencegahan di lingkungan masing-masing,” ujarnya.
Sementara itu, perwakilan Bidang Ketahanan Ekonomi, Sosial, Budaya, Agama, dan Organisasi Kemasyarakatan Kesbangpol Jawa Tengah, mewakili Kepala Kesbangpol Jateng, Harso Susilo, menyampaikan kegiatan tersebut sejalan dengan komitmen pihaknya dalam memperkuat ketahanan daerah melalui keterlibatan aktif masyarakat.
“Pemerintah daerah terus mendorong program kolaboratif yang melibatkan organisasi kemasyarakatan dan relawan sebagai mitra strategis dalam memberikan edukasi serta membangun deteksi dini terhadap penyalahgunaan narkotika,” katanya.
Dalam pelatihan tersebut, peserta memperoleh materi mengenai jenis dan dampak narkotika terhadap kesehatan dan kehidupan sosial, teknik penyuluhan, pengenalan gejala awal penyalahgunaan, mekanisme pelaporan yang aman, serta penguatan peran organisasi kemasyarakatan dalam pencegahan narkotika.
Melalui kegiatan ini diharapkan terbentuk jaringan relawan anti narkotika yang solid, terlatih, dan terkoordinasi sehingga upaya pencegahan serta pemberantasan penyalahgunaan narkotika di Jawa Tengah dapat berjalan lebih efektif, merata, dan berkelanjutan.

