Angkutan Pelajar Aman Hidupkan Kembali Angkutan Pedesaan Kabupaten Magelang
Oleh: Djoko Setijowarno
Pemerintah Kabupaten Magelang melalui Dinas Perhubungan menghadirkan Program Angkutan Pelajar Aman (APA) untuk menjamin keselamatan dan kemudahan mobilitas siswa menuju sekolah. Program angkutan sekolah gratis bagi pelajar SMP ini sekaligus menjadi upaya mempertahankan keberadaan angkutan pedesaan di tengah menurunnya minat masyarakat menggunakan transportasi umum.
Program APA memanfaatkan armada angkutan pedesaan eksisting. Kendaraan melayani siswa secara gratis pada pagi saat berangkat sekolah dan siang ketika pulang. Di luar waktu tersebut, armada tetap beroperasi sebagai angkutan umum sesuai trayek.
Program ini mulai berjalan pertengahan 2025 dengan tiga rute dan 15 armada menggunakan dukungan CSR Bank Jateng sebesar Rp98 juta. Hingga akhir 2025, layanan berkembang menjadi sembilan rute dengan 59 armada melalui APBD Kabupaten Magelang senilai Rp772 juta.
Pada 2026, cakupan layanan diperluas menjadi 12 rute dengan 78 armada dan anggaran sekitar Rp2,4 miliar. Pengembangan ditargetkan mencapai 29 rute dan 178 armada pada 2030 dengan anggaran Rp8 miliar.
Setiap pengemudi mendapat insentif Rp135.000 per hari selama lima hari kerja. Pada 2026, terdapat empat koperasi yang menjadi operator, yakni Koperasi Mekar Abadi Sentosa, Rukun Mulyo, Karter, dan Sekar Langit Raharja.
Hasil evaluasi Laboratorium Transportasi Prodi Teknik Sipil Unika Soegijapranata pada 2026 menunjukkan pencairan insentif berjalan tepat waktu. Sebanyak 83,33 persen pengemudi menilai insentif mampu menutup biaya operasional harian.
Dari sisi keselamatan, program juga dinilai penting karena kelompok usia pelajar 10–19 tahun masih memiliki kontribusi tinggi terhadap kecelakaan lalu lintas. Di Kabupaten Magelang, kelompok tersebut menyumbang 19 persen atau 240 korban dari 1.256 kejadian pada 2025.
Namun, evaluasi menemukan persoalan kelebihan kapasitas. Rata-rata satu armada mengangkut 17 siswa, sementara kapasitas resmi hanya 12 penumpang. Kondisi ini terjadi pada 83,3 persen operasional sehingga penambahan armada menjadi kebutuhan mendesak.
Program APA juga memberi manfaat ekonomi bagi keluarga. Sebanyak 40 persen orang tua mengaku menghemat biaya transportasi hingga 41–50 persen. Bahkan, 100 persen orang tua menyatakan program mengurangi beban waktu antar-jemput sekaligus memberikan rasa aman.
Selain penambahan armada, siswa dan orang tua berharap layanan diperluas hingga Sabtu serta kualitas pelayanan dan keramahan pengemudi ditingkatkan.
Bagi angkutan pedesaan, APA memberikan kepastian pendapatan dan menjaga armada tetap beroperasi. Di luar jam sekolah, kendaraan tetap melayani masyarakat umum sesuai trayek. Dengan demikian, program ini tidak hanya menjadi layanan transportasi gratis bagi pelajar, tetapi juga instrumen revitalisasi angkutan pedesaan Kabupaten Magelang.
(Djoko Setijowarno adalah Akademisi Prodi Teknik Sipil Unika Soegijapranata dan Dewan Penasehat Masyarakat Transportasi Indonesia)


