Lies Iswar Aminuddin Bagikan Tips Atur Waktu, Ibu-Ibu Bisa Aktif PKK Tanpa Mengorbankan Keluarga
SEMARANG[BahteraJateng] — Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Semarang, Listyati Purnama Rusdiana atau Lies Iswar Aminuddin, membagikan tips mengatur waktu agar ibu-ibu tetap aktif dalam kegiatan PKK tanpa mengabaikan tanggung jawab terhadap keluarga.
Menurut Lies, kunci menyeimbangkan aktivitas organisasi dan rumah tangga terletak pada perencanaan waktu, pembagian tugas, serta komunikasi yang baik antaranggota. Ia menegaskan, kegiatan PKK seharusnya mendukung kesejahteraan keluarga, bukan justru menjadi sumber persoalan dalam rumah tangga.
“Percuma ikut PKK kalau keluarganya berantakan. Saya tidak mau. Tujuan PKK itu menyejahterakan keluarga, jangan sampai keluarga justru berantakan karena kegiatan PKK,” tegas Lies pada Kamis (15/10).
Ia mencontohkan kebiasaannya bangun lebih pagi untuk menyiapkan kebutuhan keluarga sebelum menghadiri kegiatan organisasi. Jika agenda dimulai pukul 06.00 atau 07.00 WIB, ia mengupayakan persiapan sejak pukul 04.00 atau 05.00 WIB agar tanggung jawab di rumah tetap terpenuhi.
Bagi ibu-ibu yang bekerja, Lies menyarankan agar keterlibatan dalam PKK disesuaikan dengan waktu luang, seperti setelah jam kerja atau pada akhir pekan. Pekerjaan organisasi juga dapat dibagi agar tidak semua anggota harus hadir dalam setiap pertemuan.
“Kalau memang tidak bisa hadir saat waktu kumpul, komunikasikan dengan pengurus yang lain. Bisa izin, kemudian tanyakan apakah ada tugas yang dapat dikerjakan di rumah,” ujarnya.
Lies menekankan, tidak boleh ada pemaksaan bagi anggota untuk selalu mengikuti seluruh kegiatan. Pengurus perlu memahami kondisi masing-masing anggota, termasuk tanggung jawab pekerjaan dan pengasuhan anak.
Ia juga mencontohkan program pemilahan sampah yang dapat dimulai dari rumah, kemudian dikumpulkan di tingkat RT secara berkala. Pola tersebut dinilai lebih efisien karena warga tetap bisa berkontribusi tanpa harus menghabiskan banyak waktu dalam kegiatan bersama.
Lies berharap PKK menjadi wadah pemberdayaan keluarga dan penguatan solidaritas masyarakat melalui kegiatan yang fleksibel, pembagian tugas yang proporsional, serta komunikasi terbuka.
“Tidak ada pemaksaan bahwa semua harus ikut dan hadir. Pengurus bisa mengatur secara bergantian. Kalau memang tidak bisa, ya dikomunikasikan,” katanya.

