Prabowo Mendadak Ganti Menkeu Jadi Berita Media Internasional, Apa Yang Jadi Sorotan?
JAKARTA [BahteraJateng] – Presiden Prabowo Subianto secara mendadak mengganti Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dengan Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara. Pergantian tersebut menjadi sorotan media internasional karena terjadi ketika pemerintah Indonesia menghadapi persoalan kepercayaan investor, disiplin fiskal, dan ketidakpastian kebijakan ekonomi.
Reuters pada Senin (14/9) memberitakan, Suahasil menjadi menteri keuangan ketiga di bawah pemerintahan Prabowo dalam waktu kurang dari dua tahun. Ia sebelumnya menjabat sebagai wakil menteri keuangan sejak 2019.
Suahasil hadir di Istana Negara untuk mengikuti pelantikan pada Senin,(14/9). Sementara itu, Purbaya sebelumnya terlihat meninggalkan rapat dengar pendapat di parlemen.
Setelah dilantik, Suahasil mengatakan prioritasnya adalah menjaga kredibilitas anggaran negara. Ia juga berkomitmen mempertahankan defisit fiskal di bawah batas 3 persen dari produk domestik bruto (PDB) yang ditetapkan undang-undang.
“Saya akan terus menjalankan anggaran negara yang terpercaya, memastikan komunikasi publik yang terpercaya, dan memastikan anggaran negara mendukung program prioritas pemerintah. Prioritasnya adalah menjalankan anggaran negara yang kredibel.” seperti dikutip oleh Reuters.
Reuters menyebut pergantian terjadi ketika Prabowo berupaya mengembalikan kepercayaan investor di tengah kekhawatiran yang telah berlangsung mengenai pembuatan kebijakan dan pemborosan fiskal.
Kebijakan fiskal pemerintahan Prabowo telah mendapat sorotan sejak ia berkuasa pada Oktober 2024. Salah satu persoalannya adalah peningkatan anggaran subsidi bahan bakar setelah harga minyak mentah global melonjak.
Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai bagaimana pemerintah akan membiayai berbagai program unggulannya yang membutuhkan anggaran besar, termasuk program makan siang gratis yang disebut Reuters menghadapi persoalan.
Sementara laporan Bloomberg di hari yang sama mengutip sejumlah analis yang mengingatkan agar pengangkatan Suahasil tidak langsung dianggap sebagai perubahan besar arah kebijakan.
Seorang analis yang berbasis di Jakarta dan tidak disebutkan namanya oleh Bloomberg menilai perubahan mendasar terhadap arah fiskal Indonesia belum tentu terjadi. “Siapa pun menteri keuangannya, kebijakannya akan sama jika presiden tetap menentukan anggaran.”
Analis tersebut mengatakan perubahan yang lebih berarti akan membutuhkan kemampuan Suahasil untuk meyakinkan Prabowo mendukung kebijakan yang memiliki dampak pengganda ekonomi lebih besar dibandingkan program unggulan makan siang gratis.
Bloomberg juga mengutip Gareth Leather, analis senior Capital Economics, yang melihat pengangkatan Suahasil bersama sejumlah perkembangan lain sebagai kemungkinan tanda bahwa Indonesia secara perlahan bergerak menjauh dari kebijakan yang lebih populis dan intervensionis.
Namun, tantangan utama Suahasil tetap menjaga keseimbangan antara mandat Presiden Prabowo untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan kebutuhan mempertahankan kredibilitas fiskal.
Sumber: Reuters, Bloomberg.


