Lahan Kosong Diubah Jadi Lahan Produktif, DBM dan DLH Blora Berdayakan Perempuan Disabilitas
BLORA[BahteraJateng] — Yayasan Difabel Blora Mustika (DBM) bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Blora terus berupaya mewujudkan lingkungan hijau sekaligus meningkatkan kemandirian ekonomi para perempuan penyandang disabilitas dengan memanfaatkan lahan kosong menjadi lahan produktif.
Program pemanfaatan lahan kosong tersebut dilaksanakan bersama tiga kelompok Perkumpulan Perempuan Disabilitas (PERDIFA) di Kecamatan Jiken, Sambong, dan Cepu.
Ketua Yayasan DBM, Muhamad Abdul Ghofur mengungkapkan bahwa lahan yang sebelumnya belum dimanfaatkan, mulai ditanami pohon buah mangga, kelengkeng, dan alpukat.
“Program ini diharapkan tidak hanya memberikan manfaat ekologis berupa penghijauan, tetapi juga menjadi aset produktif yang dapat memberikan manfaat ekonomi bagi kelompok perempuan disabilitas dalam jangka panjang,” ujar Ghofur pada BahteraJateng, Kamis (10/9).
Ia juga menyampaikan bahwa DLH Kabupaten Blora melakukan evaluasi dan monitoring langsung ke lokasi-lokasi program.
“Monitoring dilakukan untuk melihat perkembangan penanaman, kondisi tanaman, serta keberlanjutan pemanfaatan lahan yang dikelola oleh kelompok PERDIFA,” ujarnya.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi contoh bahwa pemberdayaan penyandang disabilitas dapat berjalan beriringan dengan upaya menjaga kelestarian lingkungan.
Bagi DBM, penghijauan bukan sekadar menanam pohon, tetapi kegiatan ini merupakan bagian dari upaya menciptakan ruang produktif, kemandirian, dan peluang ekonomi bagi perempuan penyandang disabilitas.
“Ke depan, pohon-pohon yang ditanam diharapkan tumbuh dengan baik dan memberikan hasil yang dapat dimanfaatkan oleh kelompok. Dengan demikian, lahan kosong dapat berubah menjadi lahan produktif yang memberikan manfaat bagi anggota kelompok, keluarga, masyarakat, dan lingkungan,” lanjutnya.
Kolaborasi DBM dan DLH Blora tersebut sekaligus menunjukkan pentingnya kemitraan antara organisasi penyandang disabilitas dan pemerintah dalam membangun program yang inklusif dan berkelanjutan.
Dari lahan kosong menjadi hijau, dan dari pohon yang ditanam hari ini, diharapkan tumbuh manfaat serta kemandirian untuk masa depan.
“Difabel Blora Mustika, bersama membangun kemandirian, Inklusi, dan lingkungan berkelanjutan,” pungkas Ghofur.


