Ketua Komisi C DPRD Jateng di Kantor BP BUMD Provinsi DKI Jakarta, Kamis (23/7). [Foto : Dok Setwan]
| |

Ketua Komisi C : BUMD Harus Berperan Optimal dalam Pertumbuhan Ekonomi Daerah

JAKARTA[BahteraJateng] – Dalam rangka mengioptimalkan peran BUMD, Komisi C DPRD Provinsi Jateng melakukan kegiatan studi banding ke Badan Pembinaan (BP) BUMD Provinsi DKI Jakarta, Kamis (23/7/2026). Disana, Komisi C disambut Kepala BP BUMD Syaefuloh Hidayat bersama jajarannya.

Ketua Komisi C DPRD Jateng Bambang Haryanto Baharudin yang akrab disapa BHB, mengatakan, BUMD harus berperan secara optimal dalam pertumbuhan ekonomi daerah, terutama sebagai motor tumbuh kembangnya pendapatan asli daerah (PAD).

“Kami semua sepakat, bahwa BUMD wajib mengedepankan peran strategisnya dalam mengembangkan sekaligus meningkatkan PAD di daerahnya, baik kabupaten-kota apalagi propinsi. Prinsipnya, BUMD harus jadi motor pertumbuhan ekonomi daerah,” ujar BHB seperti dikutip laman dprd.jatengprov.go.id.

Saat berdiskusi, Kepala BP BUMD DKI Syaefuloh menjelaskan, selama ini ada 14 BUMD dan 9 usaha patungan (beberapa dengan luarnegeri seperti Jepang dan Filipina). Dalam pengelolaan BUMD itu, tidak hanya fokus pada deviden tapi juga tetap menjalankan layanan publik seperti lapangan kerja, subsidi pangan dan sebagainya.

“Pengelolaan BUMD tersebut dilakukan dengan saling koordinasi dan konsolidasi. Dicontohkan, dalam proyek MRT, kami mempersilahkan pihak-pihak yang akan menanganinya untuk mengerjakannya. Soal permodalan, kami mengarahkannya ke Bank DKI. Disini, kami berperan sebagai wasit,” kata Syaefuloh.

Dengan tetap memberikan pengarahan seperti itu, ia meyakini BUMD dapat memberikan kontribusi positif terhadap PAD. Dampaknya, kinerja masing-masing BUMD dapat selalu terarah sesuai perencanaan.

“Kami selalu melakukan evaluasi dan monitoring atas kinerja yang dilaksanakan setiap BUMD. Dari situ, kinerja total BUMD selama 4 tahun terakhir membaik. Diakui, untuk mencapainya seringkali para direksi BUMD protes, namun kami tetap meyakini dan mendorong masing-masing direksi BUMD untuk terus menggenjot kinerjanya,” jelasnya.

Diakui BHB bahwa pembinaan terhadap BUMD sangat diperlukan. Dengan begitu, capaian kinerjanya dapat selalu terukur.

Sementara, Anggota Komisi C DPRD Provinsi Jateng Catur Agus Saptono mengungkapkan BUMD yang ada di Provinsi Jateng perlu memperjelas kembali klasifikasi atau identifikasi bidang BUMD. Dari situ, target kinerja dapat terlihat jelas sesuai bidang pekerjaannya.

“Selama ini penetapan target kinerja biasanya pakai feeling saja. Untuk itu, perly dipertegas lagi masing-masing BUMD bergerak di bidang apa saja,” kata Catur. (sun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *