PSIS Bebas dari Sanksi FIFA, Yoyok Sukawi: Tugas Saya Hampir Selesai
SEMARANG[BahteraJateng] – Klub kebanggaan masyarakat ibukota Jawa Tengah, PSIS Semarang dipastikan telah terbebas dari seluruh sanksi registration ban FIFA setelah menyelesaikan seluruh kewajiban kepada para mantan pemain.
Dengan pencabutan sanksi tersebut, tim berjuluk Mahesa Jenar tersebut kini kembali dapat mendaftarkan pemain baru untuk menghadapi kompetisi Championship 2026/2027.
Hal itu disampaikan mantan CEO PSIS Semarang, Yoyok Sukawi. Ia mengatakan tuntasnya sanksi FIFA menjadi salah satu pekerjaan besar yang berhasil diselesaikan. Menurutnya, hal itu membuka jalan bagi manajemen untuk lebih fokus mempersiapkan tim.
“Alhamdulillah FIFA ban dua-duanya telah tuntas. Tugas saya hampir selesai untuk menyelesaikan semua kewajiban PSIS Semarang,” ujar Yoyok di Semarang pada Sabtu (11/7).
Ia berharap persoalan administratif tidak lagi menghambat langkah PSIS dalam membangun skuad baru. Dengan status bebas sanksi, proses perekrutan dan pendaftaran pemain dapat dilakukan tanpa kendala.
Sementara itu, Chief Operating Officer (COO) PSIS Semarang, Fariz Julinar, memastikan seluruh perkara yang menjadi dasar FIFA menjatuhkan registration ban telah diselesaikan. Menurutnya, terdapat tiga perkara yang menyebabkan PSIS dikenai sanksi, namun seluruh kewajiban kepada masing-masing pemain kini telah dipenuhi.
Pantauan di laman resmi FIFA juga menunjukkan nama PSIS sudah tidak lagi tercantum dalam daftar klub Indonesia yang dikenai sanksi registration ban. Manajemen telah berkoordinasi dengan PSSI dan operator kompetisi, I League, terkait pencabutan sanksi tersebut.
Dengan dicabutnya sanksi itu, klub yang terakhir juara liga Indonesia pada tahun 1999 itu kini dapat kembali mendaftarkan pemain baru.
Manajemen PSIS juga tengah menunggu kedatangan sejumlah rekrutan anyar, termasuk tiga pemain asing yang diproyeksikan memperkuat Mahesa Jenar.
“Saya optimistis PSIS mampu mewujudkan target kembali promosi ke Liga 1 pada musim mendatang,” katanya.

