Siswanto
Ketum ADKASI sekaligus Wakil Ketua DPRD Blora, Siswanto.(Dok. Pribadi)
|

ADKASI Dorong Peningkatan DBH Migas bagi Daerah Penghasil pada 2027

BLORA[BahteraJateng] – Asosiasi DPRD Kabupaten Seluruh Indonesia (ADKASI) mendorong pemerintah pusat meningkatkan Dana Bagi Hasil (DBH) minyak dan gas bumi (migas) bagi daerah penghasil pada tahun anggaran 2027. Langkah tersebut dinilai penting untuk memperkuat kapasitas fiskal daerah dalam membiayai pembangunan dan pelayanan publik.

Ketua Umum ADKASI, Siswanto, mengatakan pihaknya bersama Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) akan memperjuangkan peningkatan Transfer ke Daerah (TKD), khususnya pada komponen DBH migas.

“Kami bersama APPSI akan memperjuangkan dana transfer ke daerah tahun depan, terutama pada item DBH migas,” ujar Siswanto di Blora, baru-baru ini.

Siswanto yang juga Wakil Ketua DPRD Kabupaten Blora mengungkapkan, DBH migas yang diterima Kabupaten Blora pada 2026 mengalami penurunan drastis sekitar 70 persen. Dari sebelumnya sekitar Rp132 miliar, kini hanya menjadi sekitar Rp45 miliar. Hingga saat ini, dana yang telah ditransfer pemerintah pusat baru sekitar Rp25 miliar.

“Penurunan tersebut berdampak langsung terhadap kemampuan keuangan daerah. Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Blora juga mengalami pemangkasan transfer ke daerah sekitar Rp362 miliar, sehingga semakin mempersempit ruang fiskal,” katanya

Politikus Partai Golkar tersebut menjelaskan, belanja operasional Pemkab Blora mencapai sekitar Rp1,5 triliun dari total APBD sebesar Rp2,2 triliun. Kondisi tersebut membuat anggaran yang tersedia untuk pembangunan menjadi sangat terbatas.

Karena itu, ADKASI menilai peningkatan DBH migas bagi daerah penghasil perlu menjadi perhatian pemerintah pusat agar daerah memiliki kemampuan lebih besar dalam membiayai pembangunan, mendorong pertumbuhan ekonomi, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Kalau tujuannya pembangunan di daerah, pengembalian TKD menjadi penting. Sebab, jika semuanya dikendalikan pemerintah pusat, daerah akan kesulitan berinovasi,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *