Project Manager ACQUIN Puji Komitmen Internasionalisasi UIN Walisongo
SEMARANG[BahteraJateng] – Project Manager ACQUIN, Robert Råback, memuji komitmen UIN Walisongo Semarang dalam mendorong internasionalisasi pendidikan tinggi.
Hal itu disampaikan saat menghadiri Gala Dinner penutupan hari pertama pra-visitasi akreditasi internasional ACQUIN, di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang pada Minggu (12/7/2026).
Menurut Robert, proses akreditasi internasional terhadap 38 program studi mencerminkan keseriusan UIN Walisongo dalam meningkatkan mutu pendidikan hingga berstandar global.
“ACQUIN tidak hanya melihat kelengkapan dokumen, tetapi juga atmosfer akademik, komitmen terhadap keberagaman, serta visi universitas yang mampu memadukan sains dan spiritualitas keislaman,” katanya.
Ia juga mengapresiasi penyambutan yang hangat, profesional, dan terstruktur dari panitia serta sivitas akademika UIN Walisongo sejak kedatangan delegasi ACQUIN di Semarang.
Selain itu, Robert mengaku terkesan dengan kekayaan budaya Kota Semarang yang diperkenalkan melalui kunjungan ke Planetarium UIN Walisongo dan city tour sebelum gala dinner.
“Perpaduan budaya lokal dengan profesionalisme berstandar internasional menjadi modal penting bagi UIN Walisongo untuk bersaing di tingkat global,” ujarnya.
Gala Dinner tersebut dihadiri Rektor UIN Walisongo Prof. Musahadi, jajaran wakil rektor, dekan, direktur pascasarjana, kepala lembaga, serta perwakilan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Hadir pula anggota delegasi ACQUIN, di antaranya Kristina Beckermann, Hendy Santosa, PhD, Sabine Gothe, dan perwakilan mahasiswa internasional Elisa García Knief.
Kegiatan itu menjadi penutup rangkaian hari pertama pra-visitasi sekaligus memperkuat optimisme menjelang pelaksanaan visitasi akreditasi internasional ACQUIN.
Mulai Senin (13/7/2026), tim asesor dijadwalkan menjalankan agenda uji kelayakan akademik dan wawancara terhadap 38 program studi di UIN Walisongo Semarang.

