Dewan Dorong Pemkot Semarang Perkuat Penanganan Kekeringan dan Mitigasi Bencana
SEMARANG[BahteraJateng] – Wakil Ketua DPRD Kota Semarang, Suharsono, mendorong Pemerintah Kota atau Pemkot Semarang memperkuat strategi penanganan kekeringan dan mitigasi bencana.
Menurutnya, penanganan tidak cukup hanya melalui distribusi air bersih saat terjadi krisis, tetapi juga membutuhkan perencanaan jangka panjang yang berkelanjutan.
Suharsono mengatakan kekeringan merupakan persoalan yang berkaitan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat sehingga pemerintah perlu menghadirkan langkah cepat sekaligus solusi yang terencana.
“Kekeringan bukan hanya soal kurangnya air, tetapi menyangkut kebutuhan dasar masyarakat. Pemerintah harus hadir dengan langkah cepat, sekaligus menyiapkan solusi jangka panjang melalui perencanaan yang matang,” ujarnya, baru-baru ini.
Politikus PKS tersebut, mengusulkan empat langkah prioritas yang perlu dilakukan Pemkot Semarang. Pertama, melakukan pemetaan berkala terhadap wilayah rawan kekeringan sebagai dasar penentuan prioritas penanganan. Kedua, memperkuat infrastruktur penyediaan dan distribusi air bersih.
Kemudian, meningkatkan koordinasi sistem respons cepat kebencanaan yang melibatkan BPBD, kecamatan, kelurahan, hingga masyarakat. Dan yang terakhir, mengoptimalkan pengelolaan sumber daya air melalui perlindungan daerah resapan, konservasi lingkungan, dan pengendalian alih fungsi lahan.
Menurut Suharsono, mitigasi bencana harus dimulai sebelum bencana terjadi dengan membangun sistem kesiapsiagaan yang melibatkan seluruh unsur agar penanganan di lapangan dapat berlangsung cepat dan terkoordinasi.
Ia juga menilai pesatnya perkembangan kawasan permukiman seperti di Kecamatan Ngaliyan harus diimbangi kebijakan yang memperhatikan daya dukung lingkungan.
Pembangunan, kata dia, tidak boleh hanya berorientasi pada pertumbuhan kawasan, tetapi juga menjaga ketersediaan sumber daya air.
Selain itu, edukasi kepada masyarakat mengenai penghematan air dan kesiapsiagaan menghadapi bencana perlu terus diperkuat sebagai bagian dari upaya pencegahan.
Suharsono berharap persoalan kekeringan seperti di wilayah Ngaliyan menjadi salah satu prioritas dalam penyusunan kebijakan pembangunan Kota Semarang.
Melalui kolaborasi antara pemerintah, DPRD, organisasi sosial, dan masyarakat, ia optimistis risiko kekeringan dapat ditekan serta ketahanan wilayah terhadap bencana semakin meningkat.

