Delegasi ACQUIN Jerman Visitasi Akreditasi Internasional 38 Prodi UIN Walisongo
SEMARANG[BahteraJateng] – UIN Walisongo Semarang resmi memulai visitasi lapangan (site visit) akreditasi internasional oleh lembaga akreditasi asal Jerman, ACQUIN (The Institute for Accreditation, Certification and Quality Assurance), di Auditorium Kampus 3 pada Minggu (12/7). Visitasi ini menjadi bagian dari proses penilaian terhadap 38 program studi yang tersebar di delapan fakultas dan Pascasarjana.
Rektor UIN Walisongo Semarang, Prof. Musahadi, membuka kegiatan dengan sambutan yang mencairkan suasana. Ia memilih memperkenalkan profil kampus melalui video daripada menjelaskannya secara panjang lebar dalam bahasa Inggris.
“I’d like to introduce our university because it is difficult for saying the profile of our university in English. So it is better if I just ask all of us to enjoy the video,” ujar Musahadi yang disambut tawa dan tepuk tangan para delegasi.
Video tersebut menampilkan berbagai capaian UIN Walisongo, mulai dari fasilitas kampus, prestasi riset, hingga implementasi paradigma Unity of Sciences yang mengintegrasikan nilai-nilai Islam dengan ilmu pengetahuan modern.
Project Manager ACQUIN, Robert Råback, mengapresiasi kesiapan dan komitmen UIN Walisongo dalam mengikuti proses akreditasi internasional. Menurutnya, kehadiran tim ACQUIN bukan hanya untuk melakukan penilaian, tetapi juga menjadi mitra peer review dalam pengembangan mutu pendidikan sesuai European Standards and Guidelines (ESG).
Ia juga mengaku terkesan dengan penyambutan budaya yang disiapkan kampus, termasuk tarian penyambutan mahasiswa serta pendampingan dari Walisongo Campus Ambassadors.
Visitasi akreditasi ini dibagi dalam tiga klaster, yakni Klaster 3 pada 12–14 Juli, Klaster 1 pada 16–17 Juli, dan Klaster 2 pada 21–22 Juli 2026.
Pada hari pertama, delegasi ACQUIN dijadwalkan mengunjungi Planetarium UIN Walisongo, mengikuti tur ke sejumlah destinasi bersejarah di Kota Semarang, serta menghadiri gala dinner di Gedung Gradhika Bhakti Praja.
Sementara pada 13–14 Juli, tim asesor akan melakukan evaluasi akademik melalui diskusi dan wawancara dengan pimpinan universitas, dekan, ketua program studi, tenaga kependidikan, dosen, mahasiswa, serta alumni sebagai bagian dari proses penilaian mutu institusi dan program studi.

