M Saleh: Program B50 Mutlak Perlu Dukungan DMO Minyak Sawit
SEMARANG[BahteraJateng] – Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Mohammad Saleh, menilai implementasi program mandatori Biodiesel B50 yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto harus didukung penerapan kebijakan Domestic Market Obligation (DMO) minyak kelapa sawit secara ketat dan transparan. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjamin ketersediaan bahan baku biodiesel di dalam negeri.
“Program B50 mutlak perlu dukungan kebijakan DMO minyak sawit yang ketat dan transparan. Tanpa itu, pelaksanaan Program B50 bisa terganggu,” kata Saleh pada Jumat (10/7/2026).
Menurut Saleh, kebutuhan minyak sawit untuk program B50 akan meningkat signifikan. Jika pada skema B40 kebutuhan crude palm oil (CPO) mencapai sekitar 14,57 juta ton, maka pada implementasi B50 diperkirakan meningkat menjadi sekitar 19 juta ton.
Politikus Partai Golkar tersebut mengatakan, keberhasilan program tersebut memerlukan sinergi lintas kementerian, terutama Kementerian Perdagangan yang mengatur tata niaga ekspor dan kebijakan DMO, serta Kementerian Pertanian yang bertanggung jawab pada sektor budidaya dan peningkatan produksi sawit.
Saleh meyakini pemerintah telah menyiapkan implementasi B50 secara matang sebagai bagian dari upaya memperkuat kedaulatan energi nasional.
Selain mengurangi ketergantungan pada energi fosil, program tersebut juga dinilai berpotensi meningkatkan kesejahteraan petani sawit karena sekitar 40,5 persen atau 6,21 juta hektare perkebunan sawit nasional dikelola oleh perkebunan rakyat.
Ia pun mengajak seluruh pemangku kepentingan mendukung pelaksanaan B50 dengan mengedepankan tata kelola yang transparan dan pengawasan yang ketat agar manfaat program dapat dirasakan secara luas.(day)

