Erick Thohir Sebut Pembinaan U-13 dan U-15 Jadi Kunci Masa Depan Timnas, Yogyakarta Berpeluang Jadi Basis Latihan
YOGYAKARTA[BahteraJateng] – Ketua Umum PSSI Erick Thohir menegaskan pembinaan pemain sejak usia dini menjadi strategi utama untuk membangun kekuatan Tim Nasional (Timnas) Indonesia dalam jangka panjang.
Menurutnya, keberadaan pelatih Timnas Indonesia John Herdman diharapkan mampu menciptakan kesinambungan pembinaan dari kelompok usia muda hingga tim senior.
Erick mengatakan kesempatan yang diberikan kepada pemain muda, seperti Doni Tri dan Matthew Baker yang sama-sama berusia 17 tahun, merupakan bagian dari komitmen PSSI dalam mengembangkan talenta terbaik Indonesia.
Ia menilai pembentukan pemain berkualitas harus dimulai sejak kelompok usia U-13 dan U-15. Proses tersebut membutuhkan waktu panjang, bahkan bisa mencapai 10 tahun, agar menghasilkan pemain yang siap bersaing di level internasional.
“Nantinya pembinaan akan berada di bawah koordinasi Direktur Teknik Alex bersama jajaran pelatih U-17 dan U-15 yang memiliki metode pembinaan masing-masing,” ujar Erick Thohir di Yogyakarta pada Rabu (8/7/2026).
Menurutnya, jika pembinaan baru dimulai pada kelompok usia U-20 atau U-23, Indonesia akan tertinggal dari negara lain yang telah lebih dahulu berinvestasi pada pemain usia dini.
Ia mencontohkan Jepang sebagai negara yang sukses membangun sistem pembinaan sejak usia muda hingga mampu menghasilkan banyak pemain yang kini berkarier di kompetisi Eropa.
Untuk mendukung program tersebut, PSSI menargetkan pembangunan pusat pelatihan tim nasional di sejumlah daerah dalam satu hingga dua tahun ke depan. Fasilitas itu akan difokuskan bagi pemain kelompok usia U-13 dan U-15.
Erick menambahkan, rencana FIFA menggelar Kejuaraan Dunia U-15 semakin menegaskan pentingnya investasi pada pembinaan pemain usia muda.
“Kalau semua negara sudah berinvestasi di kelompok umur yang lebih muda, sementara kita hanya fokus pada tim senior, tentu kita akan tertinggal,” katanya.
Ia juga menilai Yogyakarta memiliki peluang menjadi salah satu daerah pengembangan pusat pembinaan usia dini karena didukung fasilitas yang memadai. Namun, hal tersebut tetap membutuhkan komitmen pemerintah daerah serta dukungan berbagai pemangku kepentingan.
“Ada peluang, tetapi bergantung pada komitmen pemerintah daerah dan dukungan stakeholder di Yogyakarta,” tutupnya. (day)

