Erick Thohir
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir saat membuka Festival Grassroot U-10 dan U-12 di JEC Soccer Field, Banguntapan, Bantul, DIY, Selasa (8/7/2026). (Foto. BahteraJateng/HH)

Erick Thohir Jadikan Festival Grassroot Piala Presiden di Bantul Jadi Ajang Seleksi Bibit Timnas U-15

YOGYAKARTA[BahteraJateng] – Festival Grassroot Piala Presiden kategori U-10 dan U-12 di JEC Soccer Field, Banguntapan, Bantul pada Rabu (8/7/2026), dimanfaatkan PSSI untuk mencari bibit-bibit pemain yang diproyeksikan memperkuat Tim Nasional Indonesia kelompok usia U-15.

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) sekaligus Ketua Umum PSSI Erick Thohir hadir langsung bersama jajaran Komite Eksekutif (Exco) PSSI guna memantau kemampuan para pemain muda yang berasal dari berbagai Sekolah Sepak Bola (SSB) di Indonesia.

Erick mengatakan, pembinaan sepak bola nasional harus dimulai dari kelompok usia dini agar regenerasi pemain berjalan berkelanjutan. Karena itu, Festival Grassroot menjadi salah satu wadah penting dalam proses pencarian talenta.

“Saya berterima kasih kepada pemerintah daerah dan PSSI Provinsi Yogyakarta yang percaya bahwa menciptakan pemain harus dimulai dari bawah,” ujar Erick kepada wartawan.

Menurutnya, kompetisi kelompok usia U-10 dan U-12 menjadi fondasi untuk melahirkan calon-calon pemain tim nasional pada masa mendatang.

“Saya hadir bersama para Exco melihat langsung kejuaraan U-10 dan U-12. Ini menjadi fondasi lahirnya bibit-bibit baru pemain tim nasional,” katanya.

Erick mengungkapkan FIFA akan menggelar kompetisi kelompok usia U-15 pada Oktober mendatang. Kondisi tersebut mendorong PSSI mulai menyiapkan pemain sejak usia yang lebih muda.

“Persiapan harus dimulai dari bibit-bibit di bawah U-15. Tidak menutup kemungkinan ada pemain U-12 yang nantinya mampu bermain di level U-15,” ujarnya.

Ia menambahkan, setiap negara memiliki pola pembinaan yang berbeda. Sebagai contoh, Belanda kini tidak lagi memiliki tim U-15 dan langsung mengarahkan pembinaan menuju kelompok usia U-17.

“Setiap negara punya strategi masing-masing, tetapi Indonesia memilih membangun kekuatan sepak bola dari bawah melalui pembinaan usia dini,” tuturnya.

Selain Festival Grassroot, PSSI juga terus menggulirkan kompetisi kelompok usia seperti Piala Soeratin dan Piala Pertiwi dalam tiga tahun terakhir sebagai bagian dari sistem pembinaan pemain muda.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Yogyakarta Wawan Harmawan, menyatakan pemerintah daerah mendukung penuh pembinaan atlet sejak usia dini. Menurutnya, langkah tersebut sejalan dengan upaya pemerintah dalam mencetak pesepak bola berprestasi.

“Semangat Yogyakarta sejalan dengan arahan Pak Menteri, yakni melakukan pembibitan sejak usia muda agar nantinya lahir atlet-atlet yang mampu berprestasi,” katanya.(day)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *