Tim PPK Ormawa BEM FIK UNNES 2026
Sosialisasi program Sepakung Sport Adventure Area (SEVORTA) oleh Tim PPK Ormawa BEM FIK UNNES 2026 di Aula Desa Sepakung, Banyubiru, Kabupaten Semarang. (Dok. Tim PPK Ormawa)
|

Potensi Besar Desa Sepakung Sebagai Destinasi Wisata Berbasis Olahraga Petualangan

SEMARANG[BahteraJateng] –  Desa Sepakung, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata berbasis olahraga petualangan.

Lanskap perbukitan, kawasan hutan, embung, serta panorama alam yang masih terjaga menjadi modal utama dalam menghadirkan pengalaman wisata yang memadukan aktivitas fisik dengan keindahan alam. Potensi tersebut diharapkan mampu menarik minat wisatawan sekaligus memperkuat identitas Desa Sepakung sebagai destinasi wisata berbasis olahraga petualangan.

Melihat potensi tersebut, Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) BEM Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) Universitas Negeri Semarang (UNNES) 2026 menggelar sosialisasi program Sepakung Sport Adventure Area (SEVORTA) di Aula Desa Sepakung, belum lama ini.

Sosialisasi dihadiri oleh kepala dusun, tokoh masyarakat, pemuda, dan pengelola wisata. Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan komitmen bersama dalam mendukung pengembangan potensi wisata desa yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan kunjungan wisatawan, tetapi juga pada pemberdayaan masyarakat.

Humas Tim PPK Ormawa BEM FIK UNNES 2026, Willyam Purba, menjelaskan program SEVORTA merupakan inovasi yang diinisiasi Tim PPK Ormawa BEM FIK UNNES 2026 untuk mengoptimalkan potensi alam Desa Sepakung melalui konsep wisata berbasis olahraga petualangan.

“Konsep ini memadukan aktivitas fisik, petualangan, dan konservasi lingkungan sehingga diharapkan mampu menghadirkan pengalaman wisata yang berbeda sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat setempat,” bebernya.

Sosialisasi menjadi tahapan penting sebelum berbagai program pengembangan dilaksanakan di lapangan. Menurutnya, keterlibatan masyarakat sejak awal merupakan kunci agar setiap program yang dijalankan dapat berjalan sesuai dengan kebutuhan dan potensi desa.

“Pengembangan wisata tidak bisa dilakukan hanya oleh mahasiswa atau pemerintah desa. Dibutuhkan pemahaman dan komitmen bersama dari seluruh elemen masyarakat agar program yang dijalankan benar-benar mampu memberikan manfaat jangka panjang. Melalui sosialisasi ini, kami ingin menyamakan visi mengenai arah pengembangan Sepakung sebagai kawasan sport adventure area,” ujar Willyam.

Dalam kegiatan tersebut, Tim PPK Ormawa memaparkan konsep pengembangan SEVORTA, potensi wisata yang dimiliki Desa Sepakung, serta rencana program yang akan dilaksanakan selama masa pengabdian. Masyarakat juga diberikan gambaran mengenai berbagai aktivitas wisata yang dapat dikembangkan, seperti camping di area embung balong, hingga kegiatan olahraga dan edukasi alam yang memanfaatkan kekayaan bentang alam Desa Sepakung.

“Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam membangun pemahaman bersama sekaligus memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat untuk mengembangkan Desa Sepakung sebagai kawasan wisata berbasis olahraga petualangan,” imbuhnya. (day)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *